Wajah Dolly: Dulu Pusat Prostitusi Terbesar se-Asia Tenggara, Kini Menjadi Kampung Batik

Kampung Dolly kini yang memiliki banyak gang ini, akhirnya mulai diubah menjadi gang batik.

Wajah Dolly: Dulu Pusat Prostitusi Terbesar se-Asia Tenggara, Kini Menjadi Kampung Batik
surya/ahmad zaimul haq
Sunarti di rumah Batik Canting Surya di daerah Putat Jaya Surabaya, Rabu (14/9/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO - Lokalisasi Dolly dan Jarak yang pernah menjadi pusat bisnis mesum terbesar se-Asia Tenggara kini berubah wajah.

Selain pemberdayaan mantan mucikari dan Pekerja Seks Komersil (PSK), eks-lokalisasi di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya ini akan disulap menjadi kampung batik.

Menjadikan Dolly dan Jarak sebagai kampung batik, merupakan impian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Kampung Dolly kini yang memiliki banyak gang ini, akhirnya mulai diubah menjadi gang batik.

Bukan tanpa alasan gang yang dulunya dijadikan sebagai transaksi prostitusi, kini berubah menjadi sebuah gang yang penuh dengan geliat membatik.

(Baca juga: Instruksi Panglima: Agus Yudhoyono tak Bisa Balik Lagi ke TNI jika Kalah dalam Pilkada)

"Baru ada tiga gang yang menekuni batik. Tapi sudah mulai banyak yang mengajukan untuk diberikan pelatihan membatik di beberapa gang di Dolly," kata Camat Sawahan M Yunus, Sabtu (24/9/2016).

Berawal dari gang-gang inilah Yunus ingin mengembangkan kampung batik menjadi lebih besar.

Pemberdayaan terhadap mantan mucikari dan eks-PSK, diharapkan bisa lebih maju dan tak kembali lagi kepada bisnis haram itu.

"Kemarin waktu ada acara Colombo plan, gang yang sebelumnya tidak mau dijadikan gang batik. Justru sekarang meminta untuk diberikan pelatihan membatik. Mereka tahu, kalau hasil dari membatik yang besar, jadinya mereka meminta sekarang. Dan sekarang saya sedang siapkan semuanya untuk gang batik selanjutnya," jelas Yunus.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved