Anggaran Pembangunan Pasar Tradisional Mengucur, Ekonomi Masyarakat Diyakini Kian Bergeliat
"Masing-masing daerah punya dua titik. Anggarannya (masing-masing) Rp.1,2 miliar," sebutnya.
Penulis: Doan E Pardede |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Tahun 2016 ini, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperoleh kucuran dana dari APBN untuk membangun 10 pasar tradisional baru.
Kabupaten/Kota yang ada masing-masing mendapatkan dua pasar tradisional baru.
Kabid Koperasi dan UMKM, Disperindakop dan UMKM Provinsi Kaltara Hartono kepada Tribunkaltim.co, Kamis (29/9/2016) mengatakan, untuk lokasi akan ditentukan dan disiapkan masing-masing kabupaten/kota.
Khusus untuk Kabupaten Bulungan, dua titik yang memungkinkan yakni di seputaran Desa Panca Agung dan Desa Mangkupadi, yang sudah ditinjau beberapa waktu lalu.
"Masing-masing daerah punya dua titik. Anggarannya (masing-masing) Rp.1,2 miliar," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo mengatakan, pasar tradisional baru tersebut akan ditempatkan di Kelurahan Mamburungan Timur dan Juwata Kerikil.
Pertimbangan dua lokasi ini, sebutnya, selain karena jarak menuju pasar tradisional terdekat cukup jauh, pertumbuhan pendudukan di dua wilayah ini juga cukup tinggi.
"Di mana permukiman yang padat, memang harus dibangun pasar," ujarnya.
Saat ini paparnya, pasar tradisional resmi di Kota Tarakan ada sebanyak 4 buah.
Dengan pertambahan dua pasar ini, geliat ekonomi di Kota Tarakan diyakini akan semakin jauh bergeliat.
"Pasti sangat membantu masyarakat," sebutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tanjung-selor_suasana-pasar-sengkawit_20160711_222659.jpg)