Seni Budaya

Angkat Budaya Lokal, Berharap Batik Kaltim Bisa Go International

Tidak hanya bekerja sendiri, Fanti dibantu tim ahlinya untuk saling bekerja sama menciptakan produk baru.

Angkat Budaya Lokal, Berharap Batik Kaltim Bisa Go International
TRIBUN KALTIM/AYUK FITRI
Ibu-ibu PKK Desa Wisata Gunung Binjai berlatih membatik. 

Berdasarkan ketertarikannya terhadap batik mulai muncul tahun 2009 lalu dan sekaligus banyak membaca banyak literatur membuat Etty semakin gencar mengembangkan ide kreatifnya. Walaupun An Neira baru terbentuk awal tahun ini namun hasil produksinya sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.

"Banyak banget produk yang sudah dihasilkan, nggak hanya batik tulis, batik cap dan printing juga diburu dan dimintai oleh pembeli mulai dari pegawai perkantoran, Pemerintah, wisatawan luar daerah dan turis mancanegara telah berburu souvenir khas Balikpapan ini," katanya.

Untuk kegiatan promosi selain melalui mulut ke mulut, An Neira juga mempromosikan produk dagangan dengan sering mengikuti pameran batik. Dan juga gencar menjual produk dagangan di situs jual beli online dan sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter dan BukaLapak.com.

Dari segi penjualan sejak pertama kali memulai berbisnis An Neira terus mengalami peningkatan. Tercatat dalam sebulan An Neira mampu menjual hingga 30 potong kain batik. Sedangkan penjualan batik Neira sendiri masih tembus hingga taraf provinsi lain. (*)

***
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved