Pilkada DKI Jakarta

Pengamat LIPI: Jangan Pilih Calon Gubernur yang Akan Maju Pilres 2019

"Jangan pilih orang yang akan lompat-lompat apalagi nanti yang akan akan mengikuti Pemilu nasional."

Pengamat LIPI: Jangan Pilih Calon Gubernur yang Akan Maju Pilres 2019
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Peneliti Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Siti Zuhro, Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyarankan warga DKI Jakarta untuk memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017-2022 yang akan menuntaskan masa jabatannya.

Perempuan yang akrab disapa Wiwiq tersebut mengatakan setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur bersumpah untuk menunaikan masa jabatan lima tahun dan tidak meninggalkannya untuk mengikuti Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019.

"Jangan pilih orang yang akan lompat-lompat apalagi nanti yang akan akan mengikuti Pemilu nasional. Jangan dipilih. Kita ingin dia bersumpah lima tahun di Jakarta," kata Wiwiq di Cikini, Jakarta, Sabtu (1/10/2016).

Wiwiq meminta agar partai politik sebagai pengusung dan calon yang diusung menjadi satu kesatuan dan bertanggung jawab.

Bagaimanapun juga, kata dia, calon yang diusung adalah 'showroom' dari partai politik yang merepresentasikan mengenai kredibilitas dan integritas partai.

BACA JUGA:Dampak Tax Amnesty, Pasar Modal Indonesia Kalahkan Singapura

Secara khusus, Wiwiq menyoroti tiga calon gubernur bukanlah kader masing-masing partai pengusung.

Petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bukanlah kader PDI Perjuangan, Anies Baswedan bukan pula kader Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sosial.

Adapun Agus Harmurti Yudhoyono bukanlah kader dari Partai Demokrat, PPP, PKB atau Partai Amanat Nasional.

Untuk itu, Wiwiq berharap Pilkada DKI Jakarta yang sebentar lagi akan dimulai tidak dijadikan sebagai demokrasi prosedural, tapi demokrasi yang bisa menghadirkan pemimpin kepada masyarakat.

"Kita harus menuju Pilkada yang berkualitas, bukan Pilkada yang prosedural. Harus mampu hadirkan seorang pemimpin yang menggembirakan masyakarat Jakarta," tukas Wiwiq.

Sekadar informasi, Gubernur DKI Jakarta 2012-2017 Joko Widodo tidak menyelesaikan masa jabatannya. Jokowi meninggalkan jabatannya dan memilih mengikuti Pemilihan Presiden tahun 2014. (kompas.com/Eri Komar Sinaga)

***
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved