Berita Pemkab Kutai Timur

132 Orang Jamaah Haji Kutim Dalam Keadaan Sehat, Dijadwalkan Mendarat Hari Ini

Karena jarak Hotel Arkam Bakkah, di daerah Mahbas Jin ke Masjidil Haram cukup dekat, yaitu kurang lebih 1,5 kilometer (km).

132 Orang Jamaah Haji Kutim Dalam Keadaan Sehat, Dijadwalkan Mendarat Hari Ini
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Ada foto file haji Kabag Humas Setkab Kutim, Muchtar (baju putih) ketika bersama beberapa jamaah haji asal kutim di Arab Saudi. (IST) 

TRIBUNKALTIM.CO, MAKKAH - Jamaah haji Indonesia dari Kloter 12 yang berjumlah 324 orang dijadwalkan akan kembali ke tanah air pada 4 Oktober 2016. Sesuai dengan jadwal dari penyelenggara ibadah haji RI, kloter 12 akan bertolak melalui bandara Internasional Amir Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Sesuai laporan Kabag Humas Setkab Kutim, H Muchtar, rombongan akan berangkat pada pukul 23.30 waktu Arab Saudi dan diperkirakan sampai di Balikpapan pukul 02.30 Wita. Jamaah haji kutim yang tergabung dalam kloter 12 ini berjumlah 132 orang.

“Sampai saat ini semua jamaah haji Kabupaten Kutim dalam keadaan sehat wal afiat . Dalam (rombongan) kloter 12 (Balikpapan), jamaah yang meninggal dunia sebanyak 2 orang. Yaitu H Iskandar dari Kutai Kertanegara dan H Syahrani dari Kabupaten Berau,” sebut Muchtar.

Menurut dia, selama pelaksanaan ibadah haji, kloter 12 Balikpapan termasuk yang beruntung. Karena jarak Hotel Arkam Bakkah, di daerah Mahbas Jin ke Masjidil Haram cukup dekat, yaitu kurang lebih 1,5 kilometer (km).

Selain itu, jamaah juga mendapat pelayanan yang baik dari panitia haji. Mulai akomodasi yang cukup refresentatif dan sangat nyaman bagi jamaah, hingga pelayanan kesehatan. Sehingga tidak sampai terdengar apalagi terjadi komplain atau keluhan terhadap pelayanan yang diberikan.

Jamaah dari kloter 12 dilayani oleh 1 dokter dan 2 tenaga medis (perawat). Konsumsi yang disajikan tepat waktu bahkan lebih awal dari jam makan yang ditentukan setiap harinya, selama 24 kali atau 12 hari menjadi penanda pelayanan yang baik tersebut. Selebihnya jamaah memasak sendiri kebutuhannya. Namun hal itu tidak mengurangi rasa khusuk jamaah dalam beribadah.

"Sementara pada saat wukuf di Arafah, (jatah) makanan tetap dilayani oleh Panitia Haji. Demikian pula pada saat melontar jumrah di Mina, makanan tetap disajikan oleh Panitia Haji Indonesia,” kata mantan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim ini.

Muchtar kembali menjelaskan bahwa pelayanan di Madinah sedikit agak berbeda dengan di Makkah. Terutama masalah akomodasi yang menurutnya sedikit kurang representatif. Karena ukuran kamar yang agak kecil mesti diisi oleh 4 orang jamaah. Sehingga untuk beraktivitas di kamar seperti makan dan lain-lain hampir seluruhnya dilakukan di atas ranjang.

Tetapi untuk pelayanan distribusi jatah makan agak lebih baik dan teratur sesuai jadwal makan sesungguhnya. Contohnya, makan siang setelah shalat dzuhur dan makan malam setelah shalat maghrib.

Direncanakan jamaah haji kloter 12 Balikpapan yang diketuai oleh H Yarkani dari Bontang, akan tiba di Balikpapan hari Rabu, 5 Oktober 2016. Jamaah akan diserah terimakan kepada pemerintah daerah masing-masing, sesuai asal daerah jamaah di embarkasi Balikpapan.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved