Kamis, 9 April 2026

Kontraktor Besar Dituding Monopoli Proyek, Pemerintah Diminta Berlaku Adil

Kontraktor kecil sama sekali tak kebagian proyek. Bukan hanya proyek besar, proyek kecil sekalipun disebut-sebut habis diborong kontrakktor besar

Penulis: Doan E Pardede | Editor: Amalia Husnul A
tribunkaltim.co/doan e pardede
Sebuah alat berat dikerahkan untuk memperbaiki Jalan Sengkawit, Tanjung Selor yang rusak, baru-baru ini. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Masalah infrastruktur khususnya yang berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Bulungan, mendapat sorotan fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Bulungan dalam Rapat Paripurna.

Kalangan dewan menduga, adanya monopoli proyek oleh kontraktor-kontraktor besar.

Kontraktor kecil sama sekali tak kebagian proyek. Bukan hanya proyek besar, proyek kecil sekalipun disebut-sebut habis diborong kontrakktor-kontraktor besar.

"Pemkab Bulungan harus memperhatikan keluhan kontraktor kecil atau yang memilki modal terbatas. Saat ini, semua proyek baik dalam skala kecil atau besar, diborong oleh kontraktor konglomerat," ujar Abraham Mendam, anggota DPRD Bulungan.

BACA JUGA:  Puput Melati: Gugatan? Enggak Ada Saya Ngajuin. . .

Selain menimbulkan komentar miring di masyarakat, adanya monopoli ini juga bakal menimbulkan kecemburuan sosial.

Diharapkan, agar dalam memberikan pekerjaan kepada kontraktor, Pemkab Bulungan diminta melakukan pengaturan dan berlaku adil bagi semua kontraktor, baik yang memiliki modal besar atau kecil.

"Beri kesempatan kepada kontraktor ekonomi lemah untuk berkembang," ujarnya lagi.
Kontraktor kecil sama sekali tak kebagian proyek. Bukan hanya proyek besar, proyek kecil sekalipun disebut-sebut habis diborong kontrakktor-kontraktor besar.

BACA JUGA: Vicky Shu: Terima Aja jadi Chubby, yang Penting Hoki

Menanggapi masukan-masukan fraksi perihal infrastruktur, Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala memaparkan bahwa kemajuan pembangunan fisik berdasarkan laporan realisasi tertimbang kegiatan per September 2016 mencapai 79,04 persen.

Sementara untuk realisasi tertimbang keuangan sudah mencapai 58,39 persen.

Mengenai kondisi jalan hingga keluhan perihal adanya dugaan kontraktor besar, menurutnya akan jadi masukan penting. Instansi terkait, akan diminatai penjelasan perihal dugaan ini.

Sementara untuk pemeliharaan jalan, mengingat waktu yang semakin mepet dan juga keterbatasan anggaran, belum dapat dianggarkan tahun 2016 ini.

"Keluhan kontraktor akan dibahas lebih lanjut pada kesempatan yang lain dengan instansi, dinas dan lembaga terkait," sebutnya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved