Tragedi Lingkungan, Galaxy Note 7 yang Tidak Terjual Jumlahnya Jutaan, Mau Diapakan?

Pun demikian, kegagalan Galaxy Note 7 adalah tragedi lingkungan karena tiap ponsel dibikin dengan bahan yang tidak sedikit.

Tragedi Lingkungan, Galaxy Note 7 yang Tidak Terjual Jumlahnya Jutaan, Mau Diapakan?
The Verge
Samsung Galaxy Note 7 milik Brian Green 

TRIBUNKALTIM.CO - Akibat banyaknya kasus terkait Galaxy Note 7, seri smartphone ini pun ditarik. Namun penarikannya bukan tanpa masalah.

Penarikan kembali Galaxy Note 7 menimbulkan persoalan tersendiri terkait banyaknya jumlah perangkat yang dibuat dengan percuma dan berubah menjadi onggokan “sampah” elektronik.

Jutaan unit Galaxy Note 7 yang gagal beredar itu tak bakal diperbaiki, direkondisi, ataupun dijual kembali.

“Kami punya proses untuk membuang ponsel-ponsel tersebut dengan aman,” sebut Samsung mengenai nasib Galaxy Note 7, sebagiamana dirangkum KompasTekno dari Motherboard, Kamis (13/10/2016).

Pun demikian, kegagalan Galaxy Note 7 adalah tragedi lingkungan karena tiap ponsel dibikin dengan bahan yang tidak sedikit.

BACA JUGA: Lagi Ngantor, Widodo Diciduk Polisi Gara-gara Ngutil Barang Ekspedisi

Institute of Electrical and Electronics Engineering pada 2013 pernah mengeluarkan perkiraan bahwa rata-rata ponsel membutuhkan material mentah seberat 75 kg untuk diproduksi, meskipun bobot akhirnya tak sampai setengah kilogram.

Sementara, jumlah material yang bisa diperoleh kembali dengan mendaur ulang ponsel relatif sedikit. Dari 50 jenis logam langka yang dipakai di Galaxy Note 7, misalnya, hanya sekitar selusin yang bisa diambil kembali.

“Indium (dipakai di layar sentuh), logam langka seperti magnet neodymium di speaker dan mikrofon, cobalt di baterai (bakal hilang),” ujar Kyle Wiens, CEO iFixit, mengenai bahan baku smartphone yang tak bisa didaur ulang.

Itu belum menghitung dampak terhadap para pekerja di hulu yang mengumpulkan bahan-bahan mentah. Kerja mereka jadi percuma belaka.

Halaman
123
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved