Kesehatan

Jangan Anggap Sepele, Kebiasaan Cuci Tangan Terbukti Efektif Cegah Infeksi di Rumah Sakit

Menurut dr Sri Rachmani, Mke, MHKes., Sekretaris Jendral PERSI, riset menunjukkan bahwa dengan cuci tangan terbukti diare menurun hingga 50%.

Jangan Anggap Sepele, Kebiasaan Cuci Tangan Terbukti Efektif Cegah Infeksi di Rumah Sakit
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Cuci tangan memang terkesan mudah dan sederhana, tapi dampaknya sangat besar pada kesehatan. Dari hasil riset, kebiasaan cuci tangan di rumah sakit terbukti mampu menurunkan berbagai risiko infeksi.

Menurut dr Sri Rachmani, Mke, MHKes., Sekretaris Jendral PERSI, riset menunjukkan bahwa dengan cuci tangan terbukti diare menurun hingga 50%. Selain itu, infeksi luka operasi juga menurun drastis.

Jika program cuci tangan terus dijalankan, tentu hasilnya akan lebih baik lagi di masa mendatang.

“Tangan adalah sumber kuman. Dengan cuci tangan, akan menghindarkan bakteri dan kuman masuk ke dalam mulut. Sehingga, kasus diare pun menurun,” jelas dokter Sri dalam acara Lifebuoy ‘Berbagi Tangan Sehat’ di RS Kanker Dharmais, Jakarta.

Senada dengan dr Sri, Prof dr. H. Abdul Kadir, PhD., SpTHT-KL(K), MARS, Direktur Utama RS. Kanker Dharmais mengungkapkan pentingnya tenaga kesehatan menjadi contoh mengenai kebiasaan baik mencuci tangan dengan sabun saat bekerja.

BACA JUGA: Ini Lima Hal tentang Serangan Kejang yang Wajib Anda Ketahui

“Kalau di rumah sakit kan pedomannya memang standar akreditasi. Jadi seluruh petugas kesehatan, baik tenaga medis maupun non medis. Kebiasaan cuci tangan ini juga kita edukasi pada asien dan keluarganya,” ujar dr. Abdul.

Dokter Abdul menekankan, bahwa agar cuci tangan menjadi kebiasaan maka harus ada kosistensi dan komitmen, fasilitas, serta reward dan punishment.

“Di RS Dharmais, kami mewajibkan setiap ruangan dengan jarak 5-10 m harus tersedia fasilitas cuci tangan, bisa hand rub ataupun wastafel yang lengkap dengan sabun cuci tangan. Dan jika ada tenaga kesehatan yang tidak disiplin dalam hal ini, kami juga akan beri peringatan sebagai punishment,” jelas dr. Abdul.

Ditambahkan dokter Abdul, infeksi luka operasi dan infeksi nosokomial termasuk jenis infeksi yang persentasenya menurun sejak adany kebiasaan mencuci tangan di rumah sakit. Ini memang sebagai salah satu bentuk preventif, agar jangan sampai jatuh sakit.

“Tenaga kesehatan wajib cuci tangan pada lima momen, yaitu sebelum menyentuh pasien, sebelum melakukan tindakan aseptik, setelah menyentuh cairan pasien, setelah melakukan pemeriksaan tubuh pasien, dan setelah meninggalkan ruangan periksa pasien.” (*)

*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved