Berita Pemkab Penajam Paser Utara
Pertamina Setuju Beri Kuota 264 Ton Solar untuk Petani di PPU
Karena selama ini kendala utama yang sering dihadapi petani saat menggarap menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) adalah BBM.
Penulis: Samir |
- Bisa Diambil di SPBU Melalui Gapoktan
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Penajam Paser Utara (PPU), telah mendapat kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebanyat 264 ton untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) empat kecamatan.
Karena selama ini kendala utama yang sering dihadapi petani saat menggarap menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) adalah BBM.
Kepala Distanak PPU, Joko Dwi Febrianto mengatakan, untuk menggarap 11 ribu ha sawah yang tersebar di empat kecamatan diperlukan ribuan handtraktor baik milik perorangan maupun Gapoktan. Namun selama ini lanjutnya, yang menjadi kendala dan keluhan para petani adalah ketersediaan BBM.
Namun untuk mendapatkan kuota tersebut lanjutnya, harus melalui prosedur. Nantinya, Gapoktan akan mengambil BBM tersebut di SPBU menggunakan drum kemudian didistribusikan kepada petani yang membutuhkan BBM tersebut.
“Tapi jatah itu tidak diambil sekaligus namun secara berkala sesuai dengan kebutuhan petani. Kami bersyukur karena kendala BBM selama ini sudah bisa diatasi dengan kuota dari Pertamina,” kata Joko.
Menurutnya, sampai saat ini TNI bersama dengan para petani mulai menggarap lahan untuk ditanami padi. Sampai sekarang sudah ada sekitar 1.200 ha yang sudah digarap dari target 11 ribu ha untuk ditanami padi. Ia mengatakan, target ini akan tercapai apalagi saat ini sudah mulai turun hujan.
Joko mengaku, kendala yang dihadapi selama ini karena kurangnya air pengairan sementara hujan yang turun belum mampu mengairi areal pertanian. “Tapi sekarang sudah ada sebagian yang sudah tanam dan target kami November sudah bisa tertanam semua,” ujarnya.
Ia menyatakan, dengan luas lahan 11 ribu ha maka target produksi nanti bisa mencapai 55 ribu ton gabah, karena setiap ha produktifitas mencapai 5 ton. Selain padi, Joko mengungkapkan untuk tahun ini juga ditargetkan 500 ha untuk tanaman kedelai dan 1.000 ha untuk jagung.
Sementara itu, Dandim 0913 PPU, Letkol Czi Adi Suryanto mengatakan, sampai saat ini khusus untuk TNI sudah menggarap 80 ha sawah khsusunya di Kecamatan Babulu. Untuk melakukan itu, telah menurunkan 150 personel belum termasuk dari Koramil dan Kodim serta 100 handtraktor dan 4 unit traktor roda empat.
Ia mengatakan, selama ini TNI hanya bersifat membantu petani yang kesulitan untuk menggarap lahan mereka.
“Jadi kami ini hanya sekadar membantu. Bila ada petani yang kesulitan, maka kami siap turun untuk membantu,” ucapnya. (advertorial/mir)
***
Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.
Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/adv_yusran-dan-mustaqim-mencoba-traktor_20161017_115604.jpg)