Jumat, 17 April 2026

Bocah yang Sempat Terpisah Akhirnya Berkumpul Kembali dengan Orangtuanya

Sehingga Abdul Wahab dititipkan kepada ibunda Sapriansyah yang berdomisili di Jalan Ahmad Dahlan.

TRIBUN KALTIM / SARASSANI
Seorang anak laki-laki berusia sekitar tiga tahun, Senin (24/10/2016), ditemukan jajaran Polres Paser menangis sendirian di Jalan KH Ahmad Dahlan, Tanah Grogot, Kabupaten Paser. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Sarassani

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Bocah yang sempat dikebarkan terpisah dengan orangtuanya dan ditemukan jajaran Polres Paser menangis sendirian di Jalan KH Ahmad Dahlan Tanah Grogot, Senin (24/10/2016), akhirnya bertemu dengan orangtuanya.

Sapriansyah, orangtua bocah yang belakangan diketahui bernama Abdul Wahab, langsung mendatangi Pos Penjagaan Polres Paser, setelah mendapat kabar bahwa anaknya di bawah perlindungan Mapolres Paser.

Warga Desa Tanah Periuk ini mengaku mengajar di sekolah dibawah naungan Yayasan Bina Islam Tanah Grogot, sehingga Abdul Wahab dititipkan kepada ibunda Sapriansyah yang berdomisili di Jalan Ahmad Dahlan.

Mungkin karena terlalu asyik bermain, bocah berumur tiga tahun ini lupa rumah neneknya.

(Baca juga: BREAKING NEWS - Bocah Ini Terpisah dengan Orangtuanya di Jalan KH Ahmad Dahlan)

Akibatnya, neneknya pun kebingungan mencari dimana cucunya. Kebingungan itu mungkin saja terjadi tak lama setelah Abdul Wahab diajak bermain ke Mapolres Paser, tempat paling aman bagi Abdul Wahab untuk menunggu bertemu orangtuanya.

“Abdul Wahab saat ditemukan anggota kita sudah berada di Jalan Ahmad Dahlan. Karena masyarakat sekitar tidak mengenal anak itu, jadi anggota kita berusaha melindungi anak itu sebelum dijemput orangtuanya,” kata Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan.

Secara khusus Hendra mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan anggotanya yang memberikan perlidungan penuh pada Abdul Wahab.

Meski menjaga dan merawat anak seusia Abdul Wahab merupakan pekerjaan kecil dan sepele, tetapi bagi para orangtua, bantuan kecil itu sangatlah berarti.

“Tugas polisi adalah pengayom dan membantu masyarakat, meski permasalahan dinilai kecil dan sepele. Mengapa? Karena kasus besar berawal dari kasus kecil. Makanya kasus anak hilang tidak bisa kita anggap sepele. Dan saya justru sangat bangga bila ada polisi yang mau menangani masalah seperti itu,” ucapnya.

Masalah anak hilang, orangtua pikun, orang mau melahirkan, orang kehabisan ongkos, tambah Hendra, merupakan orang-orang membutuhkan pertolongan.

Saat polisi berkesempatan memberi bantuan, kesan polisi yang seram dan menakutkan bisa berubah menjadi polisi yang bersahabat.

“Dari bantuan-bantuan inilah masyarakat akan tahu bahwa tugas polisi bukan hanya razia, nangkap penjahat, dan hal-hal seram lainnya,” tambahnya. (*)

***
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved