Pelabuhan Kenyamukan Beroperasi, Duit 40 Miliar akan Lalu Lalang di Depan Mata

Dari kunjungan itulah, rencana memasukkan cikal bakal pelabuhan umum satu-satunya di Kutim ini, sebagai bagian dari master plan tol laut kedelapan.

Pelabuhan Kenyamukan Beroperasi, Duit 40 Miliar akan Lalu Lalang di Depan Mata
TRIBUN KALTIM/KHOLISH CHERED
Suasana proses pembangunan trestle pelabuhan umum Sangatta di Dusun Kenyamukan, Kecamatan Sangatta Utara, akhir 2013 lalu. Saat ini pembangunan sisi laut sudah selesai. Pemkab Kutim akan melanjutkan pembangunan sisi darat dalam waktu dekat. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Program tol laut Presiden Joko Widodo terus berlanjut. Pelabuhan Kenyamukan yang berlokasi di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terpilih menjadi satu destinasi jalur tol laut kedelapan yang diluncurkan pada Mei 2017 mendatang.

Jalur tol laut ini akan menghubungkan empat kabupaten/kota di tiga pulau, yakni Surabaya, Makassar, Kutai Timur, dan Nunukan.

Progres fisik pembangunan Pelabuhan Kenyamukan baru -baru ini mendapat perhatian dari Kementerian Perhubungan.

Dari kunjungan itulah, rencana memasukkan cikal bakal pelabuhan umum satu-satunya di Kutim ini, sebagai bagian dari master plan tol laut kedelapan yang rencananya dirilis Mei 2017 mendatang, terungkap.

Bak gaung bersambut, rencana tersebut langsung disambut baik oleh Pemkab Kutai Timur dengan melakukan upaya percepatan penyelesaian pembangunan kawasan pelabuhan.

Karena dengan menjadi bagian dari program tol laut, pertumbuhan ekonomi warga Kutim bisa lebih pesat.

Baca: Pemilik Lahan Bersengketa, Pembangunan Jalan ke Pelabuhan Kenyamukan Terhambat

Lalu lintas orang dan barang menjadi lebih mudah. Selain adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kepelabuhanan.

Maklum, akibat belum rampungnya pembangunan Pelabuhan Kenyamukan, potensi PAD dari sektor tambat kapal-kapal perusahaan pertambangan batubara maupun perusahaan minyak dan gas serta perkebunan yang diperkirakan mencapai Rp 40 miliar per tahun, hilang begitu saja.

Pemkab Kutim tidak bisa menarik retribusi dari kapal-kapal pengangkut batu bara yang tambat di Kutim karena belum memiliki pelabuhan umum.

Halaman
123
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved