Diet

Takaran Porsi Makan Ini Baik untuk Turunkan Berat Badan tanpa Olahraga

Caranya, tiap kali Anda ingin menikmati 1 porsi makanan maupun snack, pastikan 50 persennya berisi sayuran. Lakukan ini pada setiap makan.

Takaran Porsi Makan Ini Baik untuk Turunkan Berat Badan tanpa Olahraga
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Makan sehat dan olahraga merupakan kombinasi terbaik untuk penurunan berat badan.

Namun, bila olahraga seringkali terlewatkan dalam daftar kegiatan sehari-hari, Anda bisa melakukan ini agar berat badan cepat turun.

Menurut ahli ahli gizi, kunci penurunan berat badan terbaik selain olahraga ialah menentukan jenis makanan apa yang paling banyak mengisi piring atau kotak snack Anda.

Ahli gizi bersertifikat Leslie Langevin, MS, RD, CD, Whole Health Nutrition berbagi satu rahasia sederhana yang bisa Anda lakukan untuk melihat hasil penurunan berat badan dengan cepat tanpa membatasi Anda harus makan apa.

Baca: Mau Turunkan Berat Badan? Berikut 7 Aplikasi Ponsel yang Dapat Membantu

Caranya, tiap kali Anda ingin menikmati 1 porsi makanan maupun snack, pastikan 50 persennya berisi sayuran. Lakukan ini pada setiap makan.

“Cara termudah untuk makan lebih banyak sayuran adalah memasukkan mereka dalam setiap kali makan maupun snack, bahkan saat sarapan. Dengan menetapkan porsi tadi, Anda akan melihat penurunan berat badan hanya dalam 1 bulan,” tambah Langevin.

Sayuran rendah kalori dan rendah karbohidrat, namun kaya serat yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Kandungan air yang tinggi dan usaha lebih untuk mengunyahnya dapat membantu Anda merasa kenyang lebih cepat, sehingga Anda akan makan lebih sedikit ketimbang bila piring makan hanya berisi karbohidrat dan protein.

Baca: Turunkan Berat Badan Jangan Tunggu Resolusi Tahun Baru, tapi Oktober Saat yang Tepat

Jadi, bila selama ini piring Anda lebih didominasi oleh karbohidrat atau protein, saatnya sayuran yang menjadi mayoritas. Resepnya: 50 persen sayuran, 20 persen karbohidrat, dan 30 persen protein. Untuk snack, Anda bisa memilih buah atau salad sayur.

Langevin memaparkan, makan lebih banyak sayuran sedang menjadi tren yang berkembang. Kabar baiknya, sayuran berhasil menjadi “daging” baru, berubah dari makanan pendamping menjadi makanan utama. (*)

***

Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved