Kamis, 9 April 2026

Demonstrasi 4 November, Akankah Berimbas pada Sektor Perekonomian Indonesia?

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani mengatakan, pihaknya mengharap kedewasaan dari masyarakat.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ribuan ormas Islam yang tergabung dalam berbagai elemen melakukan longmarch menuju Bareskrim Mabes Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (14/10/2016). Dalam aksinya mereka menuntut pihak kepolisian memproses Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara hukum yang diduga melakukan penistaan agama. 

TRIBUNKALTIM.CO,  JAKARTA - Memanasnya suhu politik di Ibu Kota menyambut pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dikhawatirkan menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Demikian pula di sektor ekonomi, anarkisme dan aksi demonstrasi yang tidak terkendali menjadi ancaman bagi kalangan pengusaha.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani mengatakan, pihaknya mengharap kedewasaan dari masyarakat.

"Waktu terlalu berharga bagi kita, jangan sampai disia-siakan untuk hal-hal yang tidak produktif," kata Hariyadi, Minggu (30/10).

Bagi pengusaha, aksi demonstrasi menuntut hak tidak menjadi persoalan. Namun, bila aksi yang dilakukan tersebut sampai menutup akses jalan dan lokasi-lokasi strategis tentu sangat merugikan semua pihak.

Baca: Demo 4 November, Polisi Fokus Jaga Obyek Vital

Sampai saat ini, Hariyadi mengaku kondisi di lapangan masih normal. Gangguan-gangguan baik di sektor produksi maupun logistik tidak ada hambatan. "Sejauh ini tidak ada masalah," ujar Hariyadi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Lopis mengatakan, sampai saat ini walau aparat keamanan telah meningkatkan status siaga I di seluruh wilayah namun dari sisi bisnis masih wajar.

Baca: Ahmad Dhani Lempar Isu SARA Serang Ahok, Pertanyakan Dukungan Ulama, Partai dan Ormas Islam

Ratna berharap, aparat kepolisian dapat tegas dalam potensi konflik yang merugikan masyarakat. "Di tengah kondisi perekonomian global yang melemah ini, jangan sampai memberatkan dan memperburuk keadaan," kata Ratna.(Handoyo)

*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved