Demonstrasi 4 November, Akankah Berimbas pada Sektor Perekonomian Indonesia?
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani mengatakan, pihaknya mengharap kedewasaan dari masyarakat.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Memanasnya suhu politik di Ibu Kota menyambut pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dikhawatirkan menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
Demikian pula di sektor ekonomi, anarkisme dan aksi demonstrasi yang tidak terkendali menjadi ancaman bagi kalangan pengusaha.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani mengatakan, pihaknya mengharap kedewasaan dari masyarakat.
"Waktu terlalu berharga bagi kita, jangan sampai disia-siakan untuk hal-hal yang tidak produktif," kata Hariyadi, Minggu (30/10).
Bagi pengusaha, aksi demonstrasi menuntut hak tidak menjadi persoalan. Namun, bila aksi yang dilakukan tersebut sampai menutup akses jalan dan lokasi-lokasi strategis tentu sangat merugikan semua pihak.
Baca: Demo 4 November, Polisi Fokus Jaga Obyek Vital
Sampai saat ini, Hariyadi mengaku kondisi di lapangan masih normal. Gangguan-gangguan baik di sektor produksi maupun logistik tidak ada hambatan. "Sejauh ini tidak ada masalah," ujar Hariyadi.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Lopis mengatakan, sampai saat ini walau aparat keamanan telah meningkatkan status siaga I di seluruh wilayah namun dari sisi bisnis masih wajar.
Baca: Ahmad Dhani Lempar Isu SARA Serang Ahok, Pertanyakan Dukungan Ulama, Partai dan Ormas Islam
Ratna berharap, aparat kepolisian dapat tegas dalam potensi konflik yang merugikan masyarakat. "Di tengah kondisi perekonomian global yang melemah ini, jangan sampai memberatkan dan memperburuk keadaan," kata Ratna.(Handoyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/demo-ahok_20161031_080232.jpg)