Penambangan Ilegal Masih Marak, Pemerintah Sebut Dilema

Pohon kelapa dan pohon buah milik warga juga ikut roboh. Puluhan rumah lainnya terancam roboh, bahkan sejumlah rumah mulai ditinggalkan penghuninya.

Penambangan Ilegal Masih Marak, Pemerintah Sebut Dilema
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Bangunan yang roboh akibat abrasi di Desa Sungai Manurung, Kecamatan Sebatik. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pemerintah tidak bisa berbuat banyak terhadap para penambang illegal yang melakukan kegiatan penambangan pasir di pantai Pulau Sebatik. Meskipun kegiatan penambangan itu ikut mempercepat terjadinya abrasi di pesisir Pulau Sebatik.

Sekretaris Camat Sebatik, Muchlis mengatakan, persoalan ini menjadi dilema. Sebab para penambang melakukan aktivitasnya hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Apalagi aktivitas seperti ini sudah dilakukan bertahun-tahun. Sehingga sangat sulit bagi pemerintah memaksa para penambang illegal menghentikan aktivitasnya.

"Kami tahu itu nggak bisa dijadikan alasan, karena bagaimanapun melanggar hukum. Tetapi selama belum ada solusi, kami menjadi dilema juga," ujarnya, Kamis (3/11/2016).

Dia menyebutkan, pemerintah sudah melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak melakukan penambangan illegal. Di Kecamatan Sebatik, kegiatan penambangan ilegal pasir dilakukan di Desa Tanjung Karang dan Desa Padaidi.

(Baca juga: Kecelakaan Mobil, Kalapas Ditangani Lima Dokter Spesialis )

“Yang di Tanjung Karang penambangan ilegal pasir bisa diberhentikan karena di daerah tersebut terdapat kawasan wisata Batu Lamampu dan Pantai Kayu Angin,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kegiatan penambangan di Tanjung Karang juga dihentikan karena air laut sudah mulai masuk ke rumah warga pada saat air pasang.

Saat ini, kegiatan penambangan ilegal pasir masih marak dilakukan di Desa Padaidi. “Karena memang pemerintah belum memiliki solusi untuk menghentikan mereka,” ujarnya.

Selain akibat penambangan ilegal pasir, pengikisan pantai di Pulau Sebatik juga disebabkan abrasi karena gelombang laut.

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved