Berita Pemkab Kutai Timur
Potensi Strategis Daerah Bukan Hanya di Daratan, Tapi Juga Tersebar Luas di Laut
Juga dengan memberi bimbingan berupa pelatihan untuk mengelola hasil laut secara lebih modern dengan teknologi yang tepat guna.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Saat soft opening peresmian pengoprasian Rumah Sakit Pratama (RSP) Sangkulirang dan layanan listrik 24 jam di Kecamatan Sangkulirang, Selasa (25/10) lalu, Bupati Ismunandar mengatakan bahwa Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya ada di daratan seperti pertanian dalam arti luas. Namun ternyaya Kutim juga menyimpan potensi laut besar di sepanjang pesisir dan belum tergarap maksimal.
“Potensi Kutim bukan hanya di darat saja, potensi Kutim juga ada diperairan laut. Bahkan dalam waktu tidak lama lagi, ada investor Jepang yang tertarik berinvestasi dibidang ini,” ungkap Bupati Ismunandar yang juga mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim.
Menurut Ismu, Sangkulirang dan kecamatan pesisir di Kutim lainnya pada masa depan merupakan basis potensi perikanan dan kelautan. Untuk itu, masyarakatnya yang sebagian besar adalah nelayan harus diperhatikan.
Dia yakin potensi perairan yang dikelola maksimal akan menjadi strategi alternatif mencegah Kutim dari ketergantungan terhadap tambang batubara. Sebab sama halnya dengan pertanian, potensi perikanan dan kelautan tidak akan ada habisnya jika dikelola secara arif serta bijaksana.
(Baca juga: Dapat Ikan Lele, Irwan Bawa Pulang Yamaha Mio 125 )
Tentunya dengan tetap memberdayakan masyarakat nelayan tradisional yang ada. Juga dengan memberi bimbingan berupa pelatihan untuk mengelola hasil laut secara lebih modern dengan teknologi yang tepat guna.
“Apalagi sekarang ada Rumah Sakit Pratama Sangkulirang. Warga di sini (Sangkulirang) pasti tambah banyak. Artinya makin banyak juga orang yang makan ikan. Karena orang Sangkulirang dari dulu sudah makan ikan,” kata Ismu, yang besar di Sangkulirang, sedikit bercanda.
Pada kesempatan tersebut, Ismu tak lupa menjelaskan bahwa sesuai komitmen Pemkab Kutim, pembangunan disegala bidang akan terus dilaksanakan di semua kecamatan di Kutim.
Pembangunan dilaksanakan secara bertahap sesuai program yang telah disusun dan terangkum dalam Gerakan Pembangunan Desa Mandiri Terpadu (Gerbang Desa Madu) melalui program “Desa Membangun” dengan alokasi dana pembangunan desa mencapai Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar per desa per tahun. (advertorial/hms8)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ikan-segar_20161103_081809.jpg)