Aksi Demonstrasi

Soal Pemicu Ricuh, Panglima TNI: Bisa Jadi Bukan HMI, Hanya Pakaiannya Saja

kami menyesalkan adanya insiden kerusuhan pada ujuk rasa di depan Istana Negara yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan," papar Mulyadi.

kompas.com/Ambaranie Nadia K.M
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (2/11/2016). 

‎TRIBUNKALTIM.CO - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ‎tidak berkomentar banyak soal informasi aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diduga sebagai penyebab rusuh aksi 4 November kemarin di Istana Negara.

"Kan masih didalami oleh Pak Kapolri, kita tunggu saja," ujar Gatot Nurmantyo, Sabtu (5/11/2016) di Silang Monas, Jakarta Pusat.

Diungkapkan Gatot, bisa saja pelaku-pelaku kemarin sebenarnya bukan HMI namun mereka hanya menggunakan atribut HMI.

Meskipun hal itu perlu didalami lagi.

"Bisa saja itu bukan HMI, hanya pakaiannya saja HMI, itu bisa juga terjadi. Kita tunggu saja hasil penyelidikan di Polri," ucapnya.

‎Terpisah Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ‎membantah kader menjadi penyebab kerusuhan pada demo 4 November di Istana Negara.

Ketua Umum PB HMI Mulyadi P. Tamsir mengatakan, bendera HMI yang dibawa saat demo 4 November berwarna hijau tua dan tiang benderanya menggunakan bambu belah.

"Foto yang tersebar itu benderanya warna hijau muda, HMI itu hijau tua dan kami buat 500 bendera. Tiang bendera juga bambu belah, kalau difoto itu saat pemukulan menggunakan bambu bulat," tutur Mulyadi di Sekretariat PB HMI, Jakarta, Sabtu (5/10/2016).

Mulyadi juga membantah, ada bentrokan antara kader HMI dan massa dari Front Pembela Islam (FPI) saat melansungkan aksi demo terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan ‎Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Tidak benar ada keributan antara HMI dan FPI, kami menyesalkan adanya insiden kerusuhan pada ujuk rasa di depan Istana Negara yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan," papar Mulyadi.

Mulyadi pun mengimbau, kepada seluruh masyarakat dan kader ‎HMI, Kader Pemuda Islam Indonesia (PII), dan kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (Tribunnews.com)

*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved