Dugaan Pelanggaran Kode Etik Pasien yang Lima Tahun Koma, IDI Bentuk Majelis Pemeriksa
"Laporan ini kita respon segera dengan membentuk MPPKE yang khusus menangani laporan ini," kata Ketua IDI Kaltim, dr Nataniel Tandirogang.
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Amalia Husnul A
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim akhirnya membentuk Majelis Pemeriksa Pelanggaran Kode Etik (MPPKE). Majelis ini dibentuk khusus guna memeriksa dugaan pelanggaran kode etik.
Diketahui, Januar Ashari beserta ayahnya yang suami Humaidah (46) tahun melaporkan dugaan malapraktek yang dilakukan dokter yang menangani proses persalinan Humaida, lima tahun lalu, ke IDI Kaltim.
"Laporan ini kita respon segera dengan membentuk MPPKE yang khusus menangani laporan ini," kata Ketua IDI Kaltim, dr Nataniel Tandirogang, di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman (Unmul), Senin (7/11/2016).
Baca: VIDEO – Tujuh Dokter Tangani Pasien yang Koma Lima Tahun Ini
Tim MPPKE tersebut, terdiri dari tujuh dokter spesialis. "Tentunya spesialisasi tim ini berhubungan dengan spesialisasi dokter yang dilaporkan," jelas Nataniel.
Ketujuh dokter tersebut yakni dr M Darwis Toena, Sp.KK, dr Handy Wiradharma, Sp.OG, dr Rahmat Bakhtiar, MPPM, dr Denny J Rotinsulu, Sp.KJ, dr Satria Sewu, Sp.An, dr Mangalindung Ompusunggu, Sp.B dan dr Aswad Muhammad Sp.S.
Sementara, dua dokter yang dilaporkan yakni dr Mansyah HM, Sp.Og dan dr Ferdinando Kaise Sp.An.
"Ini baik. Karena bagi IDI Kaltim ini adalah laporan pertama yang kami terima selama ini. Hal ini akan jadi contoh, di mana laporan masyarakat langsung kami respon segera. Tujuannya, demi terciptanya layanan kesehatan yang makin baik," tutur Nataniel.
Baca: Kader HMI Bentuk Dompet Peduli Humaida, Pasien yang Koma Selama Lima Tahun
Sekadar informasi, kasus yang dialami Humaidah menjadi perhatian publik. Humaida mengalami koma selama 5,7 tahun usai bersalin dan menjalani sterilisasi di RS Panglima Sebaya, Kabupaten Paser.
Kini, Humaida ditangani tim khusus dari RSUD AW Sjahranie Samarinda, setelah Januar Ashari, anak Humaida bertemu Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/majelis-pemeriksa-idi-mendengarkan-keterangan-pengacara-dan-keluarga_20161107_191909.jpg)