Castro: Pencatut dan Pemalsu Tanda Tangan Diancam Enam Tahun Kurungan

Ia dimintai klarifikasi tim SPI terkait namanya yang masuk dalam pengguna dana perjalanan dinas di PKPEML FE Bisnis.

Castro: Pencatut dan Pemalsu Tanda Tangan Diancam Enam Tahun Kurungan
HO
Herdiansyah Hamzah alias Castro 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beberapa nama dosen Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, diduga dicatut menggunakan dana perjalanan dinas untuk kegiatan di Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Masyarakat Lokal (PKPEML) Fakultas Ekonomi Bisnis.

Pencatutan tersebut dipastikan mengandung perbuatan pidana.

Hal ini ditegaskan Herdiansyah Hamzah, Dosen Fakultas Hukum, Un‎mul Samarinda.

Herdiansyah Hamzah mengaku, ia juga dicatut dan dipalsukan tanda tangannya. ‎

Kata dia, untuk pemalsuan tanda tangan masuk ranah pidana umum.

"Itu pemalsuan tanda tangan dikenakan pasal 263 ayat (1) KUHP. Ancaman pidananya enam tahun. Tapi ini delik aduan, jadi harus ada aduan atau laporan dari pihak yang dirugikan," tutur Castro, panggilan akrab Herdiansyah, kepada Tribun, Rabu (9/11/2016).

Ia menyayangkan, sampai saat ini belum ada koleganya sesama dosen yang namanya diduga dicatut dan dipalsukan karena ditenggarai menggunakan dana perjalanan dinas, berdasarkan hasil audit SPI, yang melapor kepada pihak berwajib.

Hasil audit SPI tersebut bernomor : 055/UN17/12/TU/2016 tanggal 30 Juni 2016, terkait kegiatan di Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Masyarakat Lokal (PKPEML) Fakultas Ekonomi Bisnis‎ dengan Kabupaten Mahakan Ulu, Kutai Timur, dan Bontang.

Ia dimintai klarifikasi tim SPI terkait namanya yang masuk dalam pengguna dana perjalanan dinas di PKPEML FE Bisnis.

Halaman
12
Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved