Berita Pemkab Kutai Timur

Retribusi Daerah Lampaui Target, Masih Banyak Potensi yang Harus Dimaksimalkan SKPD

Selain itu, retribusi perizinan tertentu memang secara umum telah dianggap melampui target yakni 100,83 persen.

Retribusi Daerah Lampaui Target, Masih Banyak Potensi yang Harus Dimaksimalkan SKPD
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Saat ini masyarakat Kutim kian partisipatif membayarkan pajaknya ke loket yang ada di Dispenda, didukung sistem online. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Selain pajak, ternyata penarikan retribusi daerah sebagai penerimaan pendapatan daerah yang dilaksanakan hingga 7 November 2016 ini juga sudah melampaui target.

“Ditarget Rp 4.680.200.000 pada awal tahun, terealisasi sebesar Rp 4.695.759.991 atau 100,33 persen,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Yulianti, didampingi Kepala Bidang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Musyaffa di ruang kerjanya.

Walaupun melebih target, namun menurut Yuli, sapaan akrab Yulianti, pendapatan daerah dari penarikan retribusi yang dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait belumlah optimal. Karena jumlah target yang direalisasikan masih bersifat global.

Jika dilihat dari masing-masing potensi penarikan retribusi, ada yang mengalami peningkatan namun juga ada yang cenderung dibawah target.

(Baca juga: Akhirnya Kutim Punya Sekda Definitif )

Contohnya pada penarikan retribusi umum dapat terealisasi 100,49 persen atau Rp 3,4 milyar. Hal itu disebabkan meningkatnya penerimaan dari retribusi pelayanan kesehatan, pelayanan pasar, dan retribusi pengendalian menara komunikasi.

Walaupun sebenarnya khusus pengendalian menara komunikasi seharusnya masih bisa dimaksimalkan, karena banyaknya menara yang ada. Tetapi disisi lain, retribusi seperti pelayanan persampahan dan kebersihan, pengujian kendaraan bermotor, dan biaya penggantian biaya cetak peta tidak mencapai target.

Bahkan, sambung Yuli, retribusi jasa usaha baru teralisasi 97,19 persen atau Rp 314 juta dari target Rp 323 juta. Beberapa potensi penarikan retribusi jasa usaha yang belum melampaui target namun bisa dimaksimalkan, menurut Yuli, adalah retribusi terminal dan tempat khusus parkir.

Selain itu, retribusi perizinan tertentu memang secara umum telah dianggap melampui target yakni 100,83 persen atau Rp 962 juta dari angka awal yang dicanangkan sebesar Rp 955 juta.

Namun retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan retribusi izin trayek belum mencapai target yang seharusnya bisa dimaksimalkan.

“Kami sangat berharap seluruh SKPD yang memiliki kewenangan mengelola dan menarik restribusi bisa bekerja maksimal untuk turut meningkatkan PAD Kabupaten Kutai Timur,” harap Yuli, yang merupakan mantan Kabag Keuangan Setkab Kutim ini. (advertorial/hms3)

*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved