Guyonan Gubernur soal PNS, Petani, dan Perut Buncit Bikin Hadirin Terbahak-bahak

Jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, pekerjaan petani dan nelayan juga sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyampaikan sambutan di acara Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kaltara tahun 2016 di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Senin (21/1/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pekerjaan sebagai  petani dan nelayan selalu identik dengan bekerja keras.

Bekerja keras ini kata Gubernur Kaltara Irianto Lambrie ketika membuka Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kaltara tahun 2016 di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Senin (21/1/2016), tentunya menyebabkan tubuh yang sehat dan bugar.

Oleh karena itu kata Gubernur, sangat jarang ditemui ada petani atau nelayan yang berperut buncit.

Jika memang ada yang mengaku petani atau nelayan tapi berperut bucit kata Gubernur, berarti tidak bersungguh-sungguh menekuni pekerjaan tersebut.

Baca: Gubernur Ingin Petani di Kaltara Maju seperti di Negara-negara Semenanjung Skandinavia

Jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, pekerjaan petani dan nelayan juga sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini menurutnya sudah dibuktikan di beberapa negara lain di dunia.

"Jadi kalau ada petani atau nelayan yang buncit, kita daftarkan saja jadi PNS," kata Gubernur yang disambut riuh gelak tawa hadirin.

Baca: Ratusan Petani Ikuti Pekan Daerah KTNA

Petani atau nelayan kata Gubernur, juga dituntut memiliki jaringan yang luas dan harus melek teknologi.

Hal ini menjadi penting agar petani atau nelayan bukan lagi menjadi pihak-pihak yang mudah dibohongi, khususnya terkait harga hasil-hasil pertanian.

"Sehingga tidak mudah ditipu oleh permainan harga," ujarnya. (*)




Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved