Opini

Upaya Menyelamatkan Tenggelamnya Pendidikan Keluarga, Antara Anak dan Orangtua Usia Dini

Orangtua dini yang dimaksudkan saya adalah mereka menikah di waktu muda, di luar ketentuan pemerintah atau terpaksa berhenti berpendidikan

Upaya Menyelamatkan Tenggelamnya Pendidikan Keluarga, Antara Anak dan Orangtua Usia Dini
tribunkaltim.co/muhammad alidona
Ilustrasi. Kegiatan di salah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bagi anak-anak usia dini, kini telah disiapkan PAUD sebagai lembaga untuk membantu anak mengenalkan dengan norma-norma masyarakat sedari awal. Bagaimana dengan orangtua dini, yakni mereka yang menjadi orangtua dalam usia muda? Kesiapan menjadi orangtua juga menjadi hal penting untuk menjaga pendidikan keluarga. 

Oleh Haekal Fata
Alumni Instika, Mantan Anggota FL2MI
fathur_pmk@yahoo.co.id

Haekal Fata
Haekal Fata

SEANGKATAN saya dari tahun 1997-2000, istilah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) belum terdengar bahkan belum juga ada kabarnya.

Berapa anggarannya, baik anggaran pembangunan gedung, buku pelajaran, dan lainya. Entah tahun berapa kemudian dan siapa penggagas PAUD, keberadaannya cepat diserap hingga hilir pelosok desa.

Kekayaan alam ditambah dengan kekayaan jenjang lembaga pendidikan, masihkah belum juga maju negara kita?

PAUD menjadi bagian dari tren jenjang lembaga pendidikan di Indonesia khususnya, pun sifatnya lintas agama, tidak memilah dan memilih (firqah) golongan anak siapa untuk masuk ke lembaga pendidikan tersebut.

Dari sini pula kita membacanya bahwa anak sejak kecil sudah diajari saling menghormati, toleransi, dan antipati kekerasan meski berbeda ras, aqidah (keyakinan) dalam beragama.

Baca: Ajarkan Anak Didiknya Toleransi, Umat Buddha Ajak Santri Ponpes Buka Puasa

Tertanamnya sifat yang demikian melalui lembaga pendidikan adalah sebagai anugerah yang harus dijaga untuk terciptanya bangsa yang kaya perbedaan.

Namun tetap bersatu yang membuat negara lain terhipnotis untuk juga mengimitasi bagaimana hal demikian-paling tidak-tercipta di negerinya sendiri.

Pada dasarnya perbedaan yang tercipta di jiwa anak usia dini mengutip sabda Nabi Muhammad Saw, tak lain sebagai rahmatan lil alamin, Khilafu ummati rahmatun, "perbedaan" umatku adalah rahmat; bentuk kasih sayang, bukan patut disayangkan karena perbedaan.

Oleh karenanya, secara kasat mata, urgensi pendidikan pada anak usia dini-diwujudkannya melalui lemabaga pendidikan-menjadi kebutuhan yang sangat vital untuk juga menentukan masa depannya lebih baik, baik pada ranah psikomotorik, afektif, dan kognitifnya.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved