Mantan Pekerja Seks Diberi Modal Usaha Rp 5 Juta

Dalam waktu dekat sebut Armin Mustafa, Kepala Dinsosnakertrans Kalimantan Utara akan bentuk tim khusus yang anggotanya melibatkan stakeholder terkai

Mantan Pekerja Seks Diberi Modal Usaha Rp 5 Juta
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Armin Mustafa, Kepala Dinsosnakertrans Kalimantan Utara 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Menindaklanjuti perintah Kementerian Sosial Republik Indonesia perihal penutupan lokalisasi di daerah, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kalimantan Utara mulai mengambil ancang-ancang.

Dalam waktu dekat sebut Armin Mustafa, Kepala Dinsosnakertrans Kalimantan Utara akan bentuk tim khusus yang anggotanya melibatkan stakeholder terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota setempat.

Di Kalimantan Utara sedikitnya ada tiga tempat lokalisasi yang akan ditutup. Dua diantaranya di Kota Tarakan, satu tempat di Kabupaten Nunukan.

"Tahapannya akan kami mulai 2017 nanti. Ini merupakan instruksi dari Kementerian Sosial secara langsung ke daerah-daerah, bukan hanya di Kalimantan Utara. Beberapa daerah justru sudah ditutup," sebutnya saat disua, Kamis (1/12/2016).

Tim tutur Armin akan melaksanakan tahapan sosialisasi terlebih dahulu. Menyusul kemudian penutupan tempat lokalisasi. Pasca penutupan, pekerja seks akan diberi pembinaan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Baca: BPK Melarang Pemkot Membayar Ganti Rugi Bekas Wisma di Lokalisasi Km 17

"Akan dikirim nanti ke Kaltim. Di sana mereka dibina, dilatih untuk bisa berkarya lewat industri kreatif misalnya. Setelah mereka terampil, akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing," sebutnya.

Setiap pekerja seks sebut Armin juga akan diberi dana kurang lebih Rp 5 juta sebagai modal membuka usaha.

Untuk diketahui, berdasarkan data Dinsosnaker Kalimantan Utara, ketiga lokalisasi masing-masing berada di Nunukan Tengah (Nunukan) dengan jumlah pekerja seks mencapai 39 orang.

Juwata Permai (Tarakan) dengan pekerja seks 70 orang. Dan di Lingkas Ujung (Tarakan) dengan pekerja seks 18 orang. Total 127 orang.

"Targetnya 2018 di Kaltara tidak ada lagi lokalisasi," sebut Armin. (*)


Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved