Jurnalis Ditikam, Polisi Bantah Berlatar Belakang Kasus Pencurian
Kendati telah memiliki identitas pelaku, namun dirinya belum dapat membeber rekam jejak kejahatan pelaku.
Penulis: Christoper Desmawangga |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus penikaman yang menimpa seorang jurnalis media cetak lokal di Kaltim ternyata menjadi atensi kepolisian.
Aparat terus berupaya untuk mengungkap pelaku dan penyebab terjadinya kejadian tersebut.
Kepolisian pun telah mengantongi identitas dua pelaku yang melakukan penyerangan kepada Dwi Restu Amrullah (24) dan teman wanitanya Sri Lestari (20). Termasuk telah mengetahui tempat-tempat yang kerap menjadi tempat persinggahan kedua pelaku.
Selain jajaran kepolisian dari Polresta Samarinda, kepolisian dari Polda Kaltim juga turut membantu dalam mengungkap kasus tersebut.
"Kasus ini menjadi atensi kepolisian untuk mengungkap. Selain Polsek dan Polres, kami juga dapat bantuan dari kepolisian dari Polda Kaltim," ungkap Kapolsek Samarinda Utara, Kompol Erick Budi S, Selasa (6/12/2016).
Kendati telah memiliki identitas pelaku, namun dirinya belum dapat membeber rekam jejak kejahatan pelaku. Beredar kabar pelaku penikaman merupakan seorang residivis kasus narkoba.
"Biar kami temukan dulu pelaku, nanti pasti akan beber siapa pelaku ini, termasuk motifnya," ungkapnya.
Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) di lokasi kejadian, kepolisian menampik jika kasus tersebut merupakan kasus pencurian dengan kekerasan, pasalnya handphone korban yang diawal kejadian diduga telah hilang dicuri, ternyata masih terdapat di dalam kamar, yang terdapat di Jalan Gatot Subroto, gang 13.
"Dari empat handphone milik korban, hanya satu handphone yang belum ditemukan. Barang-barang lainnya masih ada di dalam kamar. Awalnya memang kami duga kasus ini mengarah ke kasus pencurian, namun besar kemungkinan bukan. Dan motifnya masih terus berkembang," ungkapnya.
Kompol Erick menjelaskan, guna mengungkap kasus tersebut, selain harus menangkap pelaku, keterangan dari korban juga sangat diperlukan. Pasalnya Restu (korban) sempat mengatakan identitas pelaku ke kepolisian, sesaat sebelum dioperasi, Senin (5/12/2016) kemarin.
Hingga saat ini kepolisian masih belum dapat melakukan pemeriksaan secara mendalam kepada korban. Kendati kedua korban telah menjalani operasi dan telah berada di ruang perawatan rumah sakit Dirgahayu.
"Kuncinya ada sama korban, karena korban sempat ungkap nama dan tempat keduanya bertemu. Tapi sekarang belum dapat dimintai keterangan, karena masih trauma," ungkapnya.
"Dugaannya memang karena masalah pribadi, tapi ini terus berkembang," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jurnalis-dirawat_20161206_193511.jpg)