Berita Eksklusif

Harga Batu Bara Naik tapi Pengusaha Belum Bisa Tersenyum

Kapasitas produksi tambang-tambang menengah inilah yanag diharapkan bisa meraih produksi maksimal di tahun depan.

Harga Batu Bara Naik tapi Pengusaha Belum Bisa Tersenyum
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Kapal tongkang batu bara melewati Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kenaikan harga batu bara acuan pada Desember 2016 yang mencapai US$ 101, 69 per ton tentu menjadi kabar menggembirakan bagi kalangan pengusaha batu bara.

Sejak harga batu bara anjlok hingga US$ 50,92 per ton di awal tahun, kenaikan harga yang menembus US$ 100 per tahun kali ini memang mengejutkan.

Namun, bagi Syafaruddin, seorang pengusaha batu bara di Kaltim, kenaikan harga batu bara belum bisa membuat para pengusaha batu bara bisa tersenyum sumringah.

"Untuk kuartal terakhir ini memang harga batu bara naik sekitar 23 persen. Tetapi produksi hanya berkisar 50 sampai 60 ribu ton. Jadi hanya menghabiskan sisa-sisa permintaan batu bara saja," ujar Syafaruddin yang juga menjabat Ketua Bidang Pertambangan Batu Bara Kadin Kaltim ini.

Baca: Ini Syarat Agar Kenaikan Harga Batu Bara Bisa Kembali Dongkrak Ekonomi Daerah

Dikemukakan, kenaikan batu bara baru bisa dirasakan untungnya tahun depan.

Pengusaha baru menaikkan target produksi, mungkin 100 sampai 150 ribu ton per kuartalnya. Itu bisa dilakukan dengan mengajukan rencana target produksi baru.

"Kalau tersenyum sih belum. Biasa-biasa saja. Tetapi kami harapkan semua bisa menjadi awal perbaikan tahun depan, mengingat sektor utama Kaltim ini kan migas dan batu bara," katanya, Selasa (6/12/2016).

Syafaruddin pun memberikan angin positif jika nantinya harga batu bara terus menunjukkan tren kenaikan pada 2017.

"Jelas karyawan akan bertambah. Kalau produksi ditambah, ya karyawan juga ditambah. Saat ini kan belum karena mau habis tahun. Lain cerita kalau tahun depan, bisa saja ditambah tenaga kerjanya, equipment-nya, hingga BBM-nya. Perkiraan perusahaan bisa meningkatkan 20 persen penambahannya," katanya.

Baca: Batu Bara Ambruk, Bisnis Properti Lesu, Rumah Mewah Terpaksa Dijual Murah

Ia tak bisa memperkirakan, sampai kapan harga batu bara yang melompat naik ini terus berlangsung. Ada informasi naiknya batu bara akibat kebijakan pemerintah Tiongkok yang menghentikan sementara produksi batu bara hingga harus mengimpor. Namun hal itu masihlah berupa isu.

Halaman
123
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved