Bahaya Lho tak Menuruti Anjuran, Antibiotiknya Dihabiskan Ya, Ini Alasannya

Meskipun sangat efektif untuk mengatasi infeksi, antibiotik tidak berdaya dalam menghadapi virus dan penyakit yang disebabkan oleh virus, termasuk flu

Bahaya Lho tak Menuruti Anjuran, Antibiotiknya Dihabiskan Ya, Ini Alasannya
BBC News
Ilustrasi pil antibiotik 

TRIBUNKALTIM.CO - Penggunaan antibiotik yang berlebihan, termasuk yang kurang atau di bawah dosis yang dianjurkan oleh dokter, akan menciptakan mikroorganisme yang resistan terhadap obat antibiotik dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Ditemukan pada tahun 1940-an, antibiotik adalah jenis obat yang kuat membunuh bakteri penyebab infeksi, termasuk tuberkulosis, radang tenggorokan dan infeksi saluran kemih.

Meskipun sangat efektif untuk mengatasi infeksi, antibiotik tidak berdaya dalam menghadapi virus dan penyakit yang disebabkan oleh virus, termasuk flu dan pilek.

Ketika meresepkan antibiotik, dokter akan mengingatkan pasien untuk menghabiskan obat yang diberikan (satu strip untuk kapsul atau satu botol untuk sirup), tidak berhenti meminumnya sampai tidak ada lagi yang tersisa.

Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal. Tubuh Anda adalah tuan rumah bagi banyak bakteri. Mereka hidup di banyak tempat seperti saluran pencernaan, pada kulit, mulut, termasuk alat kelamin.

Baca: Puluhan Ribu Orang Bisa Tewas Akibat Wabah Bakteri Kebal Antibiotik

Jumlah sel-sel bakteri dalam tubuh melebihi jumlah sel-sel manusia dengan perbandingan satu banding sepuluh.

Banyaknya mikroorganisme ini, terutama di usus, memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk melakukan proses biologis, contohnya untuk membantu mencerna makanan yang masuk ke tubuh Anda.

Sebagian besar bakteri adalah "teman" karena kebaikannya tersebut.

Namun, tidak semua bakteri bersifat menguntungkan. Ada juga yang bersifat merugikan, menginvasi sistem kekebalan tubuh dan membuat Anda sakit.

Ketika dokter meresepkan antibiotik, maksudnya adalah hanya untuk membunuh mikroorganisme yang "jahat" dan membiarkan yang baik.

Halaman
123
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved