Berhasil Kalahkan Churchill Mining di Arbitrase Internasional, Begini Komentar Isran Noor

Isran Noor mendapat kabar keluarnya keputusan itu Rabu pagi dari kuasa hukum, Didi Dermawan. Didi menerima salinan putusan setebal 200 halaman itu

Berhasil Kalahkan Churchill Mining di Arbitrase Internasional, Begini Komentar Isran Noor
TRIBUNKALTIM/ACHMAD BINTORO
Isran Noor, mantan Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, dalam konferensi pers di rumahnya, komplek Karpotek Samarinda, Rabu (7/12/2016) terkait keputusan tribunal badan arbitrase internasional ICSID mengenai gugatan Churchill Mining Group terhadap pemerintah RI dan Pemkab Kutai Timur sebesar US$2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun. 

Menurut Isran, begitu keputusannya mencabut empat IUP Ridlatama digugat oleh Churchill, pada tahun 2012, tidak sedikit pejabat dan tokoh masyarakat Kaltim maupun Jakarta yang khawatir. Mereka juga meragukan kemampuan kita dapat memenangkan gugatan itu.

Diketahui, Pemerintah RI menempatkan Pemkab Kutai Timur untuk mewakili Pemerintah pusat dalam mengikuti setiap agenda persidangan. Terlebih sudah tiga-empat kali berperkara di arbitrase internasional, pemerintah RI tidak pernah menang.

Bahkan dalam sidang kabinet yang dipimpin Presiden SBY ketika itu, menurutnya ada yang meminta kita untuk menyerah saja. Damai. Mereka beralasan sangat sulit untuk menang. Dengan damai, maka kompensasi yang harus dibayarkan dipastikan tidak akan lagi sebesar jika kita kalah.

Tapi ia melihat indikasi ada yang mencoba bermain untuk mendapatkan sesuatu dari kompensasi itu. Isran tegas menolak untuk damai dengan Churchill.

"Sebenarnya tidak peduli mereka mengecilkan kapasitas saya. Saya akan jalan terus. Sebab saya tak ada kepentingan pribadi," katanya.

Churchill turut menyertakan anak perusahaannya di Australia, Planet Mining Pty untuk memperkuat gugatannya. Gugatannya tercatat dalam perkara ARB/12/40. Planet Mining memiliki 5 persen saham dalam proyek pengembangan batu bara Kutai Timur.(bin)

Penulis: Achmad Bintoro
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved