Kelompok Bahan Makanan Sumbang 1,29 Persen Inflasi Kalimantan Utara
Laju inflasi Kalimantan Utara hingga November 2016 secara kumulatif tercatat sebesar 3,88 persen.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Laju inflasi Kalimantan Utara hingga November 2016 secara kumulatif tercatat sebesar 3,88 persen.
Dengan posisi itu, inflasi di provinsi bungsu ini masih berada pada rentang terget inlasi 2016 sebesar 5 persen.
Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Utara Syaiful Herman menyebutkan, peran pemerintah daerah semakin berat agar inflasi mampu ditekan semaksimal mungkin. Pasalnya berdasarkan asumsi makro nasional, inflasi tahun 2017 ditarget sebesar 5,1 persen.
"Utamanya bagaimana memperlancar distribusi beberapa kebutuhan pokok dari Jawa dan Sulawesi ke Kaltara," sebutnya dalam paparan Rakor TPID Kaltara Semester II di Hotel Crown Tanjung Selor, Kamis (8/12/2016).
Baca: Rapat TPID Semester II, Syaiful Antisipasi Libur Panjang dan Jelang Hari Besar
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik disebutkan bahwa penyumbang inflasi tertinggi untuk bulan November 2016 adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,29 persen.
"Setelah itu disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rapat-tpid_20161208_110555.jpg)