Parenting

Waspada Orangtua, Anak yang Kecanduan Game Online Bisa Depresi

Salah satunya game online, yang mengganggu kehidupan normal dan menyebabkan stres pada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.

Waspada Orangtua, Anak yang Kecanduan Game Online Bisa Depresi
Nigel Treblin/ AFP/ Getty Images
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA -  Kecanduan terhadap internet (internet addiction) didefinisikan sebagai perilaku kompulsif terhadap segala hal bersifat online.

Salah satunya game online, yang mengganggu kehidupan normal dan menyebabkan stres pada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.

Di zaman teknologi digital seperti sekarang, banyak anak lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain game online. Mereka bahkan sudah bisa dikategorikan kecanduan, ketimbang berinteraksi dengan teman-temannya secara langsung.

Linzi Band, pengajar program Social and Emotional Thinking (SET) di Australian Independent School (AIS), pada workshop 'Pentingnya Mencegah Anak Kecanduan Game Online' yang digelar AIS di Jakarta, Rabu (7/12/2016), mengatakan bahwa orangtua seringkali tidak menyadari bahwa waktu berlebih yang dihabiskan anak-anak untuk bermain game dapat membawa dampak negatif terhadap masa depan mereka.

"Seperti menyebabkan tingkat kemampuan bersosialisasi yang rendah dan depresi," ujar Linzi.

Baca: Kecanduan Main Game Online, Orangtua Bocah Ini Buat Pengumuman Larang Anaknya di Warnet Langganan

Baca: Aktivitas Anak Bermain di Luar Ruangan Berkurang karena Game Online, Bahayakah?

Baca: ABG Ini Nekat Habisi Nyawa Temannya hanya karena Diolok-olok saat Main Game Online

Jika tidak dihiraukan, lanjut Linzi, kecanduan game online dapat berdampak buruk dalam waktu dekat maupun jangka panjang. Dalam waktu dekat anak yang kecanduan akan mengalami gangguan tidur, kurang nafsu makan, mengisolasi diri dan lupa waktu.

"Kalau jangka panjang, kecanduan ini dapat menyebabkan tingkat kesehatan anak turun akibat kurang tidur dan makan, yang juga bisa menjadikan anak lebih emosional dan tidak bisa konsentrasi terhadap akademiknya. Anak juga bisa mengalami depresi dan memiliki tingkat kemampuan bersosialisasi yang terus menurun," kata Linzi.

Linzi mengatakan, ada beberapa langkah dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengurangi kecanduan online. Beberapa langkah itu diantaranya:

- menunjukkan ketertarikan pada kegiatan si anak. Contohnya mencoba memahami daya tarik dari games online yang dimainkan oleh anak. 

- batasi akses internet dengan sehat

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved