Ekuator, Sepatu Lokal Berkualitas Internasional, Menteri pun Nyaman Memakainya
Nama Ekuator dinilai sebagai representasi dari Indonesia yang memiliki ciri khas seperti kehangatan, keanekaragaman, dan kenyamanan.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengakui kualitas sepatu Ekuator yang di produksi oleh Indonesia patut diperhitungkan.
Adapun, sepatu Ekuator merupakan produk alas kaki premium asli Indonesia khusus pria yang resmi diluncurkan pada awal tahun 2016 melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) dan tim kreatif pendukung lainnya.
"Saya memakai sepatu Ekuator sejak dilantik sebagai Menteri Perindustrian. Saya pakai hingga saat ini masih sangat nyaman,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (7/12/2016).
Menurut Menperin, Industri Kecil Menengah (IKM) dalam negeri khususnya produk alas kaki sudah mampu membuat produk yang berkualitas.
Dia menjelaskan Ekuator memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 80 persen.
Nama Ekuator dinilai sebagai representasi dari Indonesia yang memiliki ciri khas seperti kehangatan, keanekaragaman, dan kenyamanan.
Sementara itu, Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, sepatu ini diproduksi oleh perajin yang sudah berpengalaman puluhan tahun.
"Material pilihannya terbaik, konstruksinya juara, hingga pengerjaannya yang apik membuat Ekuator hadir dengan kualitas yang beda dari sepatu-sepatu lain," ungkapnya.
Dari sisi harga sepatu Ekuator dibanderol dengan harga sekitar Rp 2,5 juta didesain dengan berbagai pilihan, yakni Sumatera, Java, Bali, Madura, Celebes, Papua, dan Borneo.
Saat ini Ekuator masih diproduksi oleh satu IKM yaitu Fortuna Shoes yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.
"Ke depannya, semua IKM bisa memproduksi sepatu ini sesuai standar produk dan kualitas yang sudah ditentukan. Kami juga memberikan pelatihan kepada IKM yang ingin memproduksi Ekuator," tambah Gati.
Kepala BPIPI Kemperin Ratna Utarianingrum mengatakan, sepatu Ekuator baru diproduksi 200 unit pasang.
"Nantinya produksi sepatu Ekuator akan diserahkan ke beberapa IKM di sejumlah daerah sesuai kriteria BPIPI," ungkapnya.
Ratna mengatakan, dalam menghasilkan produk sepatu yang berkualitas, BPIPI melakukan riset dan pengembangan lebih dari dua tahun dengan pendanaan dari APBN senilai Rp 3 miliar.
Ratna menambahkan, respons pasar cukup positif atas produk Ekuator. Sebab itu, jumlah produksi akan terus ditingkatkan sesuai permintaan pasar.
Ekuator diluncurkan pada 26 Juli 2016. (Pramdia Arhando Julianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sepatu-ekuator_20161209_082446.jpg)