Sampah Plastik Cemari Kampung Atas Air, Wali Kota Pesan: Belanja Bawa Plastik Sendiri
Menurutnya, perlu kesadaran warga masyarakat Kota Balikpapan untuk diet menggunakan plastik supaya tidak ada buangan limbah plastik.
Penulis: Budi Susilo | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengakui, kawasan Kampung Atas Air Kota Balikpapan belum dinyatakan bersih alami.
Hal itu disampaikannya dalam peresmian program pemberdayaan pesisir dan bersih pantai di Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (10/12/2016).
Kondisi tercemarnya Kampung Atas Air merupakan fakta, terlihat ada beberapa sampah yang mencemari hutan mangrove Margasari.
"Kita masih bisa lihat sampah-samah berserakan. Kebanyakan sampah plastik," katanya.
Menurutnya, perlu kesadaran warga masyarakat Kota Balikpapan untuk diet menggunakan plastik supaya tidak ada buangan limbah plastik.
Baca: Kampung Atas Air Masih Berstatus Biru atau Tercemar, Ini Alasannya
"Kalau mau belanja bawa plastik sendiri," tutur pria berkacamata ini.
Hal itu dibenarkan lagi oleh Heru Waluyo sebagai Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, yang menjelaskan, masyarakat Indonesia paling banyak menggunakan plastik.
Akibat gaya hidup yang seperti itu, masyarakat yang sudah memakai kemasan plastik membuangnya dengan percuma.
"Kita negara kedua terbesar di dunia memakai plastik. Sampah plastik sangat banyak. Sampai mengganggu lautan," tuturnya.
Akibat tercemarnya lautan karena sampah plastik, biota laut akan rusak parah. Ekosistem terganggu, masyarakat Indonesia, terkhusus lagi warga pesisir atau nelayan akan sangat dirugikan. ( )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/penanaman-mangrove-di-kampung-atas-air_20161210_134026.jpg)