Sekeluarga Disambar Petir di Dalam Kamar, Tosa Tewas, Anak Istrinya Dirawat Intensif

Pihaknya secara khusus bersama anggota Bhabinkamtibmas telah mendatangi rumah korban untuk menyampaikan rasa duka.

mirror.co.uk
Petir yang begitu besar menyambar di kawasan Manchester 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Tosa (28) menghembuskan nafas terakhir saat petir menghantamnya di dalam kamar, Sabtu (10/12/2016) sekitar pukul 21.30 Wita.

Sementara istri dan kedua anaknya harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinau untuk mendapatkan perawatan intensif akibat sambaran petir di Desa Siawang, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan.

Kapolsek Lumbis AKP I Ketut Kasihana mengatakan, saat kejadian Tosa tengah tidur bersama istri dan kedua anaknya di kamar.

“Saat itu memang tengah terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan gemuruh guntur,” ujarnya, Minggu (11/12/2016).

Saat sambaran petir masuk ke kamar korban, salah seorang anaknya yang kebetulan sedang berada di ruang tamu sontak berlari ke rumah neneknya. Dia berniat memberitahukan jika keluarganya telah tersambar petir.

“Mendengar hal itu sang nenek langsung menelepon ambulans. Tetapi nyawa Tosa tidak dapat terselamatkan. Sedangkan istri dan kedua anaknya dirawat di RSUD Malinau,” ujarnya.

Dia mengatakan, akhir-akhir ini Kecamatan Lumbis memang sering dilanda hujan lebat yang disertai dengan angin kencang. Hal itu menjadi kekhawatiran bagi warga setempat, mengingat banjir yang kerap merendam wilayah mereka hampir setiap tahun.

“Selain itu bencana sambaran petir juga sangat rawan terjadi. Karena pada saat musim penghujan, udara mengandung lebih banyak kadar air tinggi yang mengakibatkan daya isolasi udara turun dan arus lebih gampang melewati,” ujarnya.

Pihaknya secara khusus bersama anggota Bhabinkamtibmas telah mendatangi rumah korban untuk menyampaikan rasa duka.

"Keluarga yang ditinggalkan pasti akan sangat terpukul sekali dengam kejadian ini. Saya dan anggota datang ke sini untuk memberikan bantuan moril kepada keluarga korban,” ujarnya saat melayat.

Diapun berjanji akan mengamankan upacara kematian hingga selesai. Rencananya rangkaian upacara kematian korban dilaksanakan mulai Minggu ini.

“Saya sudah memerintahkan anggota untuk memberikan pengamanan,” katanya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved