Minggu, 26 April 2026

Soal Flare saat Pertandingan, Ini Penjelasan Ketua Umum Balistik

Tiba-tiba, di belakang gawang Persiba, atau tepatnya di bangku tribun yang ditempati Balistik menjadi penuh asap karena ada yang menyalakan flare

Editor: Amalia Husnul A
tribunkaltim.co/alfiansyah
Stadion Parikesit menjadi penuh asap karena beberapa anggota Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik) menyalakan flare 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Alfiansyah

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pada pertandingan pekan ketiga Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 yang mempertemukan Persiba Balikpapan vs Barito Putera, di babak kedua, pihak panitia pelaksana mengumumkan pertambahan waktu 3 menit, Senin (12/12/2016).

Tiba-tiba, di belakang gawang Persiba, atau tepatnya di bangku tribun yang ditempati Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik) menjadi penuh asap karena beberapa anggotanya menyalakan flare.

Di gawang Persiba pun penuh dengan asap. Melihat situasi seperti itu, Satrio Bambang Nugroho, wasit yang memimpin jalannya pertandingan menghentikan pertandingan.

Pihak panitia pelaksana, dengan pengeras suara tak henti-hentinya memperingati agar suporter tidak menyalakan flare dan bisa bersikap tenang.

Baca: Tahan Tuan Rumah, Pelatih Barito Putera Puas Permainan Timnya Sesuai Skema

Ketika flare tak dinyalakan lagi dan asap lapangan tidak berasap, pertandingan dilanjutkan kembali. Tak sampai sepuluh detik, pertandingan telah berakhir dengan hasil 1-1.

"Terima kasih, terima kasih, terima kasih! Terima kasih!" kata para Balistik, dengan penuh henatakan semangat, usia pertandingan.

Usai pertandingan berakhir, pemain dan ofisial Persiba langsung mendatangi Balistik.

Namun, pihak panitia pelaksana dengan pengeras suara memanggil pengurus besar Balistik agar sesegera mungkin bisa menghadap ke pihak panitia.

Baca: Pertandingan Terakhir, Persiba Gagal Raih Kemenangan di Kandang, Bima Sakit Minta Maaf

Ketua Umum Balistik, Endrik Jatmiko menjelaskan mengenai menyalakan flare di stadion, ia mengaku kecolongan.

"Kami tidak mempersiapkan itu. Dalam artian kami kecolongan untuk hal itu. Pas nyala, mau dipadamkan juga tidak bisa dipadamkan, tunggu mati. Lalu, tiba-tiba yang lainnya bermunculan," ujarnya.

Endrik mengungkapkan, mengenai flare, dirapat sebelumnya tak pernah membahas hal-hal semacam itu.  "Intinya, kami dan pengurus lainnya merasa kecolongan, dan itu saja," jelasnya.

"Kedepannya kami akan tidak melakukan hal itu lagi," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved