17 Tenaga Kerja Asing Terjaring, 8 IMTA Kadaluarsa dan Sisanya Tanpa Dokumen

"Tapi tim kecapekan, dan waktu kerjanya memang sudah habis. Akhirnya balik sebelum maghrib," ungkap Fathul.

17 Tenaga Kerja Asing Terjaring, 8 IMTA Kadaluarsa dan Sisanya Tanpa Dokumen
IST
Satu di antara puluhan tenaga kerja asing yang bekerja di PLTU Handil 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tim gabungan yang berasal dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Koramil dan Polsek Muara Jawa, hanya mendapati 17 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Handil, di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Diketahui, tim gabungan ini melakukan razia TKA di proyek tersebut setelah mendapat laporan masyarakat, terkait banyaknya TKA yang diduga merupakan warga Tiongkok, bekerja di proyek PLTU itu. Razia ini dilakukan Rabu (21/12/2016).

(Baca juga: Disnakertrans Dapati Puluhan Tenaga Kerja Asing yang Diduga Ilegal di Proyek PLTU)

"Ada 17 orang yang berhasil kita data. 8 orang IMTA (Izin Memekerjakan Tenaga Asing)-nya sudah kadaluarsa. Sedangkan 9 lainnya mengaku belum menemukan dokumennya," kata Kepala Disnakertrans Kaltim, Fathul Halim, Kamis (22/12/2016).

Saat razia tersebut, dikabarkan puluhan TKA memilih kabur masuk hutan.

Saat itu, kata Fathul, tim berinisiatif menunggu para TKA tersebut kembali ke lokasi proyek.

"Tapi tim kecapekan, dan waktu kerjanya memang sudah habis. Akhirnya balik sebelum maghrib," ungkap Fathul. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved