Nyatakan Sudah Lakukan Penistaan Agama, MUI Minta Oknum Dokter Ini Tobat Nasuha

Tak perlu waktu lama bagi MUI memutuskan pandangan terkait perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan oknum dokter

Nyatakan Sudah Lakukan Penistaan Agama, MUI Minta Oknum Dokter Ini Tobat Nasuha
net

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Tak perlu waktu lama bagi MUI memutuskan pandangan terkait perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan oknum dokter. Kamis (22/12/2016) pagi, MUI melayangkan keputusan secara tertulis kepada pihak kepolisian.

"Alhamdulillah, tadi pagi sudah kami antar ke reskrim Polres Balikpapan," ujar Sekretaris Umum MUI kota Balikpapan, HM Jailani.

Saat ditanya hasil keputusan yang berisi pandangan MUI, usai memanggil OR (40) oknum dokter tersebut sehari sebelumnya. Pihaknya enggan berkomentar banyak. "Ini satu pintu, tanyakan saja langsung ke Polres, mas," katanya.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Kalfaris T Lalo membenarkan pihaknya telah menerima pandangan MUI secara tertulis. "Ya, kami sudah terima," tuturnya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan penyidik memutuskan apakah tindakan yang dilakukan OR masuk unsur pidana.

Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait laporan masyarakat yang mengadu adanya tindak penistaan agama. "Dalam waktu dekat kami akan panggil kominfo," katanya.

Pihaknya masih belum menaikan status perkara tersebut ke tingkat penyidikan, dengan dalih masih memerlukan bukti dan pandangan dari beberapa ahli lagi.

Dari informasi yang dihimpun media ini, salah satu tanggapan MUI usai melakukan dialog bersama OR (40), Rabu (21/12/2016) menyatakan yang bersangkutan dapat dikatakan telah melakukan cara pandang yang salah dan telah menistakan ajaran Agama Islam yang seharusnya dijaga kesuciannya.

Kemudian meminta OR (40) melakukan taubatan nasuha, dan memohon maaf kepada umat muslim untuk tidak mengulangi perbuatannya yang dinyatakan sebagai sebuah kesalahan yang besar.

Pemberitaan sebelumnya, Rabu (21/12/2016) MUI kota Balikpapan memanggil salah satu oknum dokter yang diduga melakukan penistaan agama, berinisial OR (40). Jajaran MUI melakukan klarifikasi langsung terhadap yang bersangkutan atas pernyataan yang diunggah pada akun media sosial miliknya.

Tak hanya OR (40) di dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat kantor MUI Balikpapan yang dimulai sekitar 10.15 Wita tersebut. Turut hadir penyidik Polres Balikpapan beserta pelapor perkara dugaan penistaan agama tersebut.

Untuk diketahui, saat ini kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait aduan masyarakat yang menduga OR telah melakukan penistaan agama menggunakan akun facebook.

Dari pantauan Tribunkaltim.co, mengenakan baju muslim putih dengan kerah hitam, OR (40) mengaku secara sadar menulis pernyataan yang diunggahnya ke akun media sosial miliknya. "Iya, saya menulisnya secara sadar," kata OR di hadapan ulama di ruangan tersebut.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved