Kamis, 16 April 2026

Penangkapan Terduga Teroris

Sejumlah Terduga Teroris Diamankan Jelang Natal dan Tahun Baru, Masyarakat Diminta Tenang

Itu salah satu bentuk upaya Polda mengantisipasi teroris dan gangguan kamtibmas jelang Natal dan Tahu Baru

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 masyarakat Indonesia gempar. Tak lain kabar terungkapnya jaringan teroris di empat daerah terpisah oleh Densus 88.

Di antaranya Tangerang Selatan, Payakumbu (Sumatera Barat), Deliserdang (Sumatera Utara), dan Batam.

Bahkan di Serpong tiga terduga teroris terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melawan saat penyergapan dilakukan.

Tak terkecuali Kaltim, masih jelas dalam ingatan bom yang meledak gereja Oikumene, Samarinda (13/11/2016) lalu.

Kendati demikian Kabid Humas Polda Kaltim AKBP Ade Yaya Suryana meminta masyarakat Kaltim tetap tenang merespon. Jajaran kepolisian Kaltim berkomitmen mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Baca: Tiga Teroris Tangerang Selatan Ancam Lemparkan Bom kepada Densus 88

"Diharapkan masyarakat tenang. Kamis (22/12/2016) kami menggelar pasukan Operasi Lilin yang dipimpin Kapolda. Itu salah satu bentuk upaya Polda mengantisipasi teroris dan gangguan kamtibmas jelang Natal dan Tahu Baru," ujarnya kepada Tribun.

Sampai saat ini pihaknya mengakui belum mendapat informasi terkait adanya hubungan pengungkapan jaringan di tiga daerah tersebut dengan daerah Kaltim.

Namun ia tidak menampik adanya peningkatan konsentrasi terutama pada fungsi intelijen dalam kondisi tingginya ancaman teror saat ini.

"Sebenarnya ada atau tidak ada kejadian tadi pagi. Pemetaan terkait hal itu (jaringan teroris) tentu terus berjalan di sini (Kaltim). Secara khusus untuk kegiatan tersebut kualitas ditingkatkan dan difokuskan," kata mantan Wadir Intelkam Polda Kaltim melalui saluran telepon.

Baca: Kepada Ibu Kos, Dua Terduga Teroris Mengaku Kakak Beradik

Menurutnya, ancaman dan gangguan keamanan terorisme kini telah menjadi isu global. Namun Polri sebagai aparatur keamanan negara tak tinggal diam, kemudian tetap menjamin keamanan warganya.

"Kepada masyarakat Kaltim, diharap selalu waspada. Jaga lingkungan masing-masing terhadap orang asing, pendatang baru, dan orang yang mencurigakan," katanya.

Ia mengimbau umat Nasrani yang merayakan kegiatan Natal di gereja atau tempat lain diminta untuk berkoordinasi dengan aparat setempat.

"Supaya polisi bisa memberikan jaminan keamanan bagi mereka," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved