Di Kota Perbatasan, Uang Tak Layak Edar Capai Rp 10 Miliar per Bulan

Kriteria uang tidak layak edar seperti adanya noda, sobek, ada coretan balpoin dan sejenisnya, dan tampak lusuh.

Di Kota Perbatasan, Uang Tak Layak Edar Capai Rp 10 Miliar per Bulan
Kompas.com/Sakina Rakhma Diah Setiawan
Uang NKRI desain baru yang diterbitkan pada 19 Desember 2016. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Perilaku beberapa masyarakat yang kerap mencorat-coret uang kertas tidak saja sebatas mengurangi nilai estetika uang.

Lebih dari itu, kata Ivan Kusnandar Kepala Bank Kaltim Cabang Tanjung Selor, mencorat-coret uang dengan meninggalkan bekas yang sukar dihilangkan bisa dianggap kurang menghargai dan menghormati jasa pahlawan termasuk beragam keanekaragaman hayati dan kebudayaan Tanah Air di dalamnya.

"Momentum hadirnya uang berdesain baru bisa kita gunakan untuk merubah perilaku beberapa orang yang biasa mencorat-coret uang. Mungkin masih banyak yang belum paham. Ini merupakan salah satu identitas bangsa. Uang perlu dijaga supaya tetap rapi dan bersih," ujarnya saat disua Tribun, Kamis (22/12/2016).

Dalam kurun waktu Januari hingga November 2016, bank-bank di Tanjung Selor telah banyak menarik peredaran uang yang tidak layak edar.

Kriteria uang tidak layak edar seperti adanya noda, sobek, ada coretan balpoin dan sejenisnya, dan tampak lusuh.

Kata Ivan, total uang tidak layak edar yang berhasil dirangkum mencapai Rp 5 sampai Rp 10 miliar per bulan. Dikalikan Januari-November bisa mencapai Rp 55 miliar atau bahkan Rp 110 miliar.

"Itu sangat besar sekali," ujarnya.

Uang yang tidak layak edar bisa ditukarkan ke bank-bank. Bank akan mengganti dengan uang yang baru dengan nominal yang ditukarkan.

Sejauh ini, masih minim masyarakat yang mau melaporkan atau bahkan menukarkan hal semacam itu.

"Kami coba sosialisasi terus. Selain itu, kami coba tempatkan uang-uang yang baru di swalayan-swalayan," sebutnya.

Uang tidak layak edar yang terkumpul setiap dua bulan sekali diserahkan ke Bank Indonesia untuk dimusnahkan.

"Mudah-mudahan dengan hadirnya uang baru ini, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga dan memelihara fisik uang supaya tetap layak edar," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved