Tiga Tower Komunikasi Didirikan di Daerah Pedalaman Kaltim dan Kaltara

Ketiga tower ini dibangun menggunakan APBD 2016 Kaltim. Untuk tiap towernya memerlukan biaya Rp 1,5 miliar.

Tiga Tower Komunikasi Didirikan di Daerah Pedalaman Kaltim dan Kaltara
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Ilustrasi - Salah satu menara telekomunikasi di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM. CO, SAMARINDA - Tiga tower komunikasi berhasil dibangun Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim sepanjang 2016 ini.

Tiga tower tersebut dibangun di Desa Long Poq, Desa Mekar Baru dan Desa Besiq di Kabupaten Kutai Timur.

"Telekomunikasi sekarang ini jadi kebutuhan dasar masyarakat. Makanya, pembangunan tower di pedalaman dan daerah terpencil yang belum terjangkau sinyal ini jadi prioritas kami," kata Kepala Diskominfo Kaltim, Abdullah Sani, Jumat (23/12/2016).

Ketiga tower ini dibangun menggunakan APBD 2016 Kaltim. Untuk tiap towernya memerlukan biaya Rp 1,5 miliar. 

Sedangkan untuk pemasangan Base Tranmition Station (BTS), menurut Sani mendapatkan dukungan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

"Menggunkan dana Universal Service Obligation (USO) yang ada di Kemenkominfo. 2017 nanti sudah kring (beroperasi)," ungkap Sani. 

Sejak 2012 lalu, Diskominfo Kaltim sudah membangun 11 tower di pedalaman, perbatasan.

Tiga tower diantaranya kini berada di wilayah administratif Pemprov Kaltara.

"Delapan yang masuk Kaltim sekarang," kata Sani.

Krisis anggaran yang mendera Pemprov Kaltim, membuat Diskominfo tak bisa lagi menganggarkan dana untuk pembangunan tower komunikasi.

Sani mengungkapkan, masih banyak permintaan dari daerah yang menginginkan wilayahnya juga terlayani jaringan telekomonikasi.

"Banyak daerah seperti Kukar, Paser, Mahulu, dan Kubar yang juga minta dibangunkan tower. Hanya memang anggaran kita terbatas," ungkap Sani.

Namun demikian, Sani berupaya agar pembangunan tower tersebut tetap terwujud.

Caranya, dengan meminta bantuan Kemenkominfo melalui dana USO. "USO ini kan dana CSR operator seluler yang dikelola Kemenkominfo," katanya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved