Toleransi terhadap Sakit Lebih Tinggi, Banyak Wanita tak Sadar Kena Serangan Jantung

Selain karena gejalanya yang tidak khas, wanita dinilai memiliki toleransi terhadap rasa sakit yang lebih tinggi daripada pria.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Menurut para peneliti dari Norwegia, wanita ternyata lebih sering tak sadar terkena serangan jantung dibanding pria.

Selain karena gejalanya yang tidak khas, wanita dinilai memiliki toleransi terhadap rasa sakit yang lebih tinggi daripada pria.

Akibat muncul nyeri yang dirasa tidak terlalu menyakitkan atau mengkhawatirkan bagi wanita, serangan jantung pun diabaikan.

Para peneliti khawatir, sebenarnya selama ini banyak serangan jantung pada wanita yang tidak terungkap.

Dr Andrea Ohrn, dari University of Tromso di Norwegia mengatakan, para wanita pun menungkinan terkena serangan jantung yang tak menunjukkan gejala.

Sejumlah peneliti menemukan, orang-orang yang lebih bisa menahan rasa sakit, cenderung terkena serangan jantung yang tak bergejala.

Baca: Pertolongan Pertama untuk Orang yang Tiba-tiba Terkena Serangan Jantung

Dokter pun bisa saja salah diagnosis bila hanya menanyakan gejala yang dirasakan wanita. Penelitian itu dipublikasikan di Journal of American Heart Association.

Menurut peneliti, serangan jantung tak harus langsung rasa nyeri di dada. Bisa dimulai dari rasa mual, kemudian nyeri di dada, rahang, hingga ke lengan.

Bahkan pada wanita, gejala serangan jantung terkadang mirip flu.

Risiko wanita terkena serangan jantung memang lebih rendah dibanding pria. Namun, ketika wanita sudah menopause, risikonya hampir sama.

Baca: Mungkinkah Serangan Jantung terjadi Saat Tidur? Ini Jawaban Dokter

Apabila terkena serangan jantung, risiko kematian pada wanita bahkan bisa lebih tinggi dibanding pria.

Menurut Dr Mike Knapton dari British Heart Foundation, wanita lebih sering mengabaikan gejala dan menunda mendapatkan pertolongan segera karena menanggap risiko terkena serangan jantung cukup rendah dan mendapat tipe serangan yang tak bergejala.

Untuk menurunkan risiko terkena serangan jantung, mulailah hidup sehat, seperti tidak merokok, rajin olahraga, batasi asupan gula dan lemak, dan turunkan berat badan jika kegemukan.
(Dian Maharani)

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved