Natal dan Tahun Baru

Kapolri: Silakan Merayakan Natal dan Tahun Baru, Kami Tidak akan Libur

Polda Kaltim mengerahkan personel dan ploting pengamanan kegiatan ibadah di sejumlah gereja wilayah Kaltim.

Kapolri: Silakan Merayakan Natal dan Tahun Baru, Kami Tidak akan Libur
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Ilustrasi - Ibadah Natal di Gereja Santo Lukas, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Temindung Permai, Samarinda Ulu, Kamis (25/12/2014). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Fachri Ramadhani dan Christoper Desmawangga

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, sejumlah persiapan pengamanan telah dilakukan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2016 di Lapangan SPN Stal Kuda, kemarin menjelaskan dari 14 kabupaten/kota Kaltim-Kaltara, Kota Samarinda, Balikpapan, dan Tarakan mendapat perhartian spesial pengamanan.

Safaruddin mengatakan, beberapa potensi kerawanan menjelang Natal dan Tahun Baru 2017 seperti intoleransi, sweeping, teroris, kejahatan pencurian , perampokan kepada nasabah perbankan dan rumah kosong saat ditinggal penghuninya.

Polda Kaltim mengerahkan personel dan ploting pengamanan kegiatan ibadah di sejumlah gereja wilayah Kaltim.

Sebanyak 2.336 personel dikerahkan mengamankan agenda akhir tahun tersebut.

Safaruddin menegaskan personel yang bertugas ditempatkan di titik-titik rawan, dalam operasi tersebut. Polisi juga bersinergi dengan TNI.

Sementara, di Kota Samarinda, melalui Operasi Lilin Mahakam 2016, berlangsung sejak 23 Desember hingga 2 Januari, aparat gabungan telah melakukan sejumlah pengamanan.

Pengamanan semakin ditingkatkan menjelang perayaan ibadah Natal, dan pergantian tahun baru. Di Kota Tepian terdapat 98 gereja yang tersebar di seluruh kecamatan.

Baca: Jelang Natal 11 Gereja akan Disterilisasi

Baca: Walikota Larang Ormas Sweeping Atribut Natal

Baca: Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Fokus ke PKL dan Tempat Hiburan

Dari 98 gereja tersebut, aparat gabungan memprioritaskan empat gereja besar, yakni Gereja Katedral ST Maria, Gereja Katholik Santo Lukas, Gereja Bethel Indonesia dan Gereja Protestan Jemaat Immanuel.
Keempat gereja diketahui memiliki jumlah jemaat mencapai 5000-10.000 orang.

Halaman
123
Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved