Selasa, 21 April 2026

Tahun Baru

Hati-hati! Beli Terompet Jangan Buru-buru Ditiup, Sebaiknya Ini yang Anda Lakukan

terompet menjadi salah satu barang yang paling banyak diburu oleh warga untuk meramaikan perayaan tahun baru.

Editor: Syaiful Syafar
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Mendekati pergantian tahun, terompet menjadi salah satu barang yang paling banyak diburu oleh warga untuk meramaikan perayaan tahun baru.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun rela merogoh kocek untuk membeli alat tiup ini.

Namun ada yang menarik dari pembeli terompet kalangan dewasa. Mereka lebih dulu menyeka ujung terompet dengan pakaian yang dikenakan.

Rustam, salah seorang pembeli terompet mengaku khawatir, jika terompet yang hendak dibelinya untuk sang buah hati ini ‘sisa’ tiupan orang lain.

“Sebenarnya khawatir, karena terompet-terompet ini mungkin bekas banyak orang. Jadi sebelum dicoba saya lap dulu,” ungkapnya.

Terompet tahun baru
Terompet menjadi salah satu barang yang paling banyak diburu oleh warga untuk meramaikan perayaan tahun baru. (TRIBUNKALTIM.CO/GEAFRY NECOLSEN)

Baca: Pedagang Terompet Dilarang Berjualan di Trotoar

Baca: Di Kota Ini Suasana Malam Tahun Baru Senyap, Bahkan Suara Terompet Pun Tak Ada

Baca: Wah, di Kota Ini 250 Terompet Bersampul Al-Quran Diamankan

Menyeka atau mengelap ujung terompet itu hanyalah pencegahan paling minim yang bisa dilakukan oleh para orang tua.

“Takutnya bekas orang banyak, belum tentu bersih,” kata Rustam dengan suara nyaris berbisik agak tak terdengar pedagang terompet.

Kekhawatiran Rustam ini bukan tanpa alasan.

Andareas Baso, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mengatakan, terompet bisa menjadi salah satu media penularan penyakit.

Menurut Andareas, dalam sebuah terompet ada kemungkinan terdapat bakteri atau virus yang menyebar melalui air liur.

“Salah satunya adalah hepatitis dan penyakit-penyakit lain. Penyakit ini mudah menular melalui cairan, seperti liur. Sementara terompet itu kemungkinan besar sudah beberapa kali diuji coba oleh pembeli, bahkan pedagangnya sendiri,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (27/12/2016) pukul 14.12 Wita.

“Untuk para orangtua mungkin sebaiknya saat membeli terompet, jangan buru-buru ditiup, mungkin bisa dibawa pulang ke rumah dulu, dibersihkan dengan alkohol atau air panas,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved