Kayu Ulin Ilegal Asal Kukar Gagal Edar di Balikpapan

Kayu ulin berjumlah 160 batang tersebut berasal dari Kutai Kartanegara, direncanakan akan dikirim ke Balikpapan.

Kayu Ulin Ilegal Asal Kukar Gagal Edar di Balikpapan
TRIBUNKALTIM/FACHRI RAMADHANI
Kapolsek Balikpapan Timur Kompol Dody Susantyoko menunjukan barang sitaan berupa 4 kubik kayu ulin ilegal yang berhasil terjaring pada operasi Lilin Mahakam 2016, Rabu (28/12/2016) di Mapolsek Balikpapan Timur. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak 4 kubik kayu ulin ilegal terjaring dalam operasi Lilin Mahakam 2016 oleh jajaran Polsek Balikpapan Timur, Rabu (21/12/2016) lalu.

Kayu ulin berjumlah 160 batang tersebut berasal dari Kutai Kartanegara, direncanakan akan dikirim ke Balikpapan.

"Dari pengakuan tersangka, kayu itu mau dikirim ke proyek perumahan Jokowi di Balikpapan. Namun setelah kami kroscek ke pihak perumahan, mereka sama sekali tidak memesan kayu tersebut," kata Kapolsek Balikpapan Timur Kompol Dody Susantyoko saat dijumpai, Rabu (28/12/2016).

Diketahui, ratusan batang kayu ulin tersebut dibawa menggunakan truk berwarna kuning dengan nomor polisi KT 8794 CM.

Anggota Polsek Balikpapan Timur yang menggelar razia dalam rangka operasi Lilin Mahakam 2016 curiga dengan muatan truk tersebut saat melintas di Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur.

"Tepatnya di depan Asrama Haji. Kami berhentikan lalu periksa muatan. Sang supir dan kernet tak bisa tunjukan surat dan dokumen hasil hutan jadi kami amankan ke Mapolsek," beber Dody kepada TribunKaltim.co

Kayu ulin asal Sepaku, Samboja, Kukar tersebut ditaksir senilai Rp 16 juta. "Biayanya di sini 1 kubik ulin bisa laku Rp 4 juta. Supir dan kernet saat ini masih kami tahan untuk jalani proses hukum lebih lanjut," jelasnya.

Kedua tersangka tindak pidana ilegal logging tersebut dijerat Pasal 12 huruf e jo Pasal 83 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hasil hutan. "Ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved