Perampokan dan Pembunuhan Sadis

Di Toilet Sempit, 11 Orang Ditumpuk hingga 6 Orang Tewas, Ini Dua Alasan Sepele yang Terungkap

Saat itu Pak Dodi dan salah satu sopirnya lain baru tiba dari rumah satunya lagi. Akhirnya mereka semua dimasukkan ke dalam kamar mandi

INSTAGRAM
Sosok-sosok korban pembunuhan sadis Pulomas semasa hidup meninggalkan dukacita mendalam bagi rekan, saudara dan kerabat. Ucapan belasungkawa netizen banjiri akun Instagram seorang korban, Selasa (27/12/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO - Polisi berhasil mengungkap alasan komplotan Ramlan Butarbutar kasus Pulomas yang menewaskan enam orang, penyekapan 11 orang di toilet sempit, Senin (2/1/2017).

Menyimak fakta ini tentu akan memicu kegeraman.

Di pemberitaan sebelumnya reaksi kegeraman netizen bermunculan atas aksi sadis yang dilakukan komplotan Ramlan Butarbutar.

Mungkin saja setelah mengetahui alasan sepele ini akan menambah kegeraman netter.

Bagaimana toilet seluas 1,5 meter x 1,5 meter diisi 11 orang di antaranya perempuan dan anak-anak.

Enam orang tewas kehabisan nafas.

Baca: Inilah Peran Masing-masing Anggota Komplotan Perampok Sadis di Pulomas

Pintu tebal toilet membuat para korban kesulitan untuk keluar.

Lalu apa alasan komplotan Ramlan menyekap para korban di toilet sempit?

Penelusuran Tribunnews ada dua alasan yang terungkap.

Alasan pertama disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan Rabu (28/12/2016) lalu.

Seperti dilaporkan Feryanto Hadi Reporter WartaKota (Tribunnews Network) ide untuk memasukkan para korban yang berjumlah 11 orang ini atas perintah Ramlan Butarbutar pimpinan kelompok.

"Ramlan ini sebagai pimpinan komplotan. Dia punya andil besar dalam perampokan kemarin. Dia yang masuk terlebih dulu ke dalam rumah serta yang berinisiatif menumpuk 11 korban di dalam kamar mandi pembantu," jelas Iriawan saat menggelar jumpa pers di RS Polri.

Rumah Dodi korban pembunuhan di pulomas
Suasana rumah Dodi Triono (59) salah satu korban pembunuhan di Jalan Pulomas Utara nomor 7A, Jakarta Timur pada Rabu (28/12/2016).

Pada saat itu yang tertangkap adalah Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang.

Ramlan tewas setelah kehabisan darah tertembus timah panas polisi setelah melakukan perlawanan saat ditangkap.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved