Polisi Minta Warga tak Kaget, Kenaikan Tarif PNBP Cukup Tinggi, Ini Daftarnya

Kenaikan sejumlah item yang masuk dalam PNBP, seperti pengesahan STNK, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan, dst

tribunkaltim.co/christoper desmawangga
Daftar tarif kenaikan atas Penerimaan Negera Bukan Pajak (PNBP), Senin (2/1/2017). Sumber: Satlantas Polresta Samarinda 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Satlantas Polresta Samarinda tengah gencar dalam melakukan sosialisasi terhadap kenaikan tarif surat kelengkapan kendaraan, yang akan dimulai tanggal 6 januari mendatang penerapan tarif baru tersebut.

Melalui media sosial dan pemberitaan yang ada, kepolisian meminta warga tidak kaget dengan perubahan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 tahun 2010 tentang jenis tarif atas PNBP, yang diganti dengan PP Nomor 60 Tahun 2016.

"Sosialisasi kami lakukan melalui media sosial, media cetak maupun elektronik, perubahan tarif PNBP ini berdasarkan PP Nomor 60 tahun 2016 yang menggantikan PP Nomor 50 tahun 2010," ucap Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Boney Wahyu Wicaksono, Senin (2/1/2017).

Baca: Mutasi Kendaraan di Kaltim Cukup Bayar PNBP

Kenaikan sejumlah item yang masuk dalam PNBP, seperti pengesahan STNK, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan, dan surat izin serta STNK lintas batas negara.

Kenaikan cukup signifikan terdapat pada penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) baru dan ganti kepemilikan (mutasi).

Kendaran roda dua dan tiga yang sebelumya dikenakan biaya Rp80.000 naiknya menjadi Rp225.000. Kendaraan roda empat yang sebelumnya Rp100.000 kini dikenakan biaya Rp375.000.

"Untuk penerbitan surat izin berkendara internasional, kita belum ada, jadi pengurusannya langsung ke Mabes Polri," ucapnya.

Baca: Aturan PNBP Televisi Berbayar Selesai Akhir 2013

Selain itu pihaknya juga akan segera menerapkan penggunakan SIM sesuai dengan klasifikasi CC kendaraan.

Seperti SIM C untuk kendaraan roda dua di bawah 250 CC, SIM C1 untuk kendaraan 250-500 CC, dan SIM C2 untuk kendaraan diatas 500 CC.

"Bagi warga yang hanya miliki SIM C tapi menggunakan kendaraan dengan CC yang lebih tinggi, bisa mengajukan kenaikan SIM di Polres. Saya rasa nantinya tidak akan sampai membludak saat warga ajukan peningkatan SIM, karena kami perkirakan pengguna kendaraan dengan CC besar tidak terlalu banyak di Samarinda.

Tapi kami siap saja, personel dan kelengkapan peralatan siap untuk digunakan. Untuk pengurusan SIM sesuai dengan kendaraan, bisa datang tanggal 6 Januari nanti," urainya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved