Opini

Stop Mom War, Hindari Galau Hadirkan Ikhlas

Ibu, kita tidak pernah akan tahu kondisi diri dan keluarga orang lain secara terperinci.

Stop Mom War, Hindari Galau Hadirkan Ikhlas
www.topcleaning.com.au
Ilustrasi 

Oleh Fransiska
siskasugiarso@yahoo.co.id

Fransiska
Fransiska.

SIAPAPUN bergender perempuan tentu memimpikan status sebagai seorang ibu.

Namun kita juga perlu ingat bahwa hakikat anak itu tidak hanya lucu dan pembawa kebahagiaan akan tetapi juga anak terkadang menunjukkan perilaku yang membuat orangtuanya marah, cemas, sedih dan kecewa.

Hal ini tentu sedikit banyak akan membuat ibu depresi.

Depresi akan bertambah apabila keluarga dan lingkungan turut menyumbang pernyataan -pernyataan bernada miring tentang anak kita.

Misalnya, "Anakmu itu lebay!", "Anakmu kok cengeng? Sudah besar kok masih suka tantrum, sih?" dan lain sebagainya.

Baca: VIDEO - Lucu Nih, Gara-gara Sibuk Main Game di Hari Pernikahannya, Pengantin Wanita Diseret

Ibu Galau dan Depresi

Desperate Housewife, sebutan untuk ibu yang depresi. Ibu yang merasa frustasi, gagal menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anaknya.

Hal ini diperkuat dengan maraknya kasus ibu yang melakukan tindakan kriminal terhadap anak kandungnya.

Selain faktor eksternal berupa tingkah laku anak (seperti sering menangis, sulit makan dan tidur, sering membuat berantakan isi rumah, bertengkar dengan saudaranya) dan kondisi finansial keluarga, faktor internal juga menyumbang terhadap frustasi seorang ibu, seperti perubahan hormonal ketika hamil, pasca melahirkan dan menyusui.

Halaman
123
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved