Dugaan Penistaan Agama

Bareskrim Polri: Tulisan 'Fitsa Hats' Bukan Kesalahan Penyidik!

Ditanya apakah ini kesalahan dari Novel yang tidak teliti membaca BAP, Agus menjawab pihaknya tidak mau menyimpulkan.

Bareskrim Polri: Tulisan 'Fitsa Hats' Bukan Kesalahan Penyidik!
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Kesalahan penulisan Pizza Hut menjadi 'Fitsa Hats' di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekjen DPP Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin dalam kasus dugaan penistaan agama yang kini tengah disidangkan, ramai diperbincangkan.

Menurut Novel, itu adalah kesalahan dari pihak kepolisian yang mengetik BAP tersebut.‎

Novel juga membenarkan pernah bekerja di restoran cepat saji asal Amerika Serikat tersebut.

Menanggapi hal ini, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto membantah itu adalah kesalahan penyidik.

"‎Itu bukan salah penyidiklah. Kan setelah BAP diketik, penyidik minta yang bersangkutan untuk membaca ulang. Apabila yang bersangkutan tidak mengoreksi, maka penyidik tidak berani mengubah," tegas Agus Andrianto saat dihubungi, Rabu (4/12/2016).

Jenderal polisi bintang satu ini menjelaskan, dalam prosedur standar saat BAP, saksi atau tersangka yang selesai diperiksa, akan diminta membaca kembali BAP-nya.

Apabila ada yang dikoreksi, maka akan diubah sesuai koreksian yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Apabila tidak ada yang ‎diubah, selanjutnya diminta tanda tangan.

"‎Selesai BAP kan yang bersangkutan diminta koreksi, dia harusnya baca ulang," jelas Agus Andrianto.

Ditanya apakah ini kesalahan dari Novel yang tidak teliti membaca BAP, Agus menjawab pihaknya tidak mau menyimpulkan.

"Saya tidak bilang ini (dia) salah. Dia kan baca lagi, ya berarti sudah benar paham. Penyidik tidak akan mengubah yang dia tidak koreksi. Dan kalau sudah ditanda tangan, penyidik tidak boleh mengubah," paparnya.

Halaman
12
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved