Kenaikan PNBP Kendaraan

Ini Alasan Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga STNK

"Tuntutan kami bersifat reaktif. Kami menuntut kenapa harga dinaikkan," ujar Iqbal Noverio, Koordinator Aksi Demonstrasi Mahasiswa.

TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Aksi unjuk rasa mahasiswa perguruan tinggi di Kota Balikpapan di depan Gedung DPRD Balikpapan menolak kenaikan harga perpanjangan STNK, Listrik, dan BBM pada Jumat (6/1/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia wilayah Kalimantan Timur dan Selatan berunjuk rasa menolak kenaikan harga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan listrik.

Aksi demonstrasi tersebut ditempatkan di depan Gedung Wakil Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat ( DPRD) Kota Balikpapan Jalan Jendral Sudirman, Jumat (6/1/2017).

Aspirasi yang disampaikan, menolak segala kenaikan harga kebutuhan rakyat.

"Tuntutan kami bersifat reaktif. Kami menutut kenapa harga dinaikkan," ujar Iqbal Noverio, Koordinator Aksi Demonstrasi Mahasiswa kepada Tribunkaltim.co.

Tuntutan spesifik tersebut adalah biaya perpanjangan STNK, kenaikan harga bahan pokok pangan di pasar, kenaikan harga tarif listrik berdaya 900 VA, dan kenaikan harga bahan bakar minyak.

Baca: BREAKING NEWS -- Mahasiswa Berteriak, Harga Naik Uang Panai Naik

Ia menjelaskan, kenaikan pengurusan STNK, dan tarif listrik sangat membebani masyarakat di tengah kelesuan ekonomi daerah yang melanda Kalimantan Timur.

"Tidak tepat kenaikan harga di saat masyarakat sedang mengalami kesusahan," tegas Iqbal, yang kini sedang berkuliah di Institut Teknologi Kalimantan ini.

Sampai berita ini dilaporkan, belum ada satu pun anggota dewan yang menemui secara langsung para mahasiswa.

Aksi masih berlangsung di depan gedung dewan. Kondisi ini tidak sampai membuat arus lalu-lintas jalan depan gedung dewan macet. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved