Kenaikan PNBP Kendaraan

Ini Penjelasan Jokowi soal Pro dan Kontra Kenaikan Biaya Administrasi STNK dan BPKB

Presiden mengaku telah mengingatkan jajaran di bawahnya untuk mencermati betul hitung-hitungan soal penyesuaian biaya PNBP

Ini Penjelasan Jokowi soal Pro dan Kontra Kenaikan Biaya Administrasi STNK dan BPKB
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

TRIBUNKALTIM.CO, PEKALONGAN -  'Ribut-ribut' sepekan terakhir kenaikan tarif STNK, SIM dan BPKP, akhirnya mendapat tanggapan dari Presiden Joko Widodo.

Presiden mengaku telah mengingatkan jajaran di bawahnya untuk mencermati betul hitung-hitungan soal penyesuaian biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

Termasuk kenaikan tarif pengurusan surat kendaraan seperti STNK, SIM dan BPKB.

Berdasarkan siaran pers dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, hal tersebut disampaikan Jokowi usai menyerahkan kartu program keluarga harapan (PKH) dan bantuan non-tunai di Lapangan Masjid Al-Djunaid, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Bumirejo, Pekalongan, Minggu (8/1/2017).

"Hanya pada saat rapat paripurna saya sampaikan, hati-hati untuk hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat. Hati-hati untuk hal-hal yang bisa memberikan pembebanan yang lebih banyak kepada masyarakat. Hanya itu saja," ujar Jokowi sebagaimana dikutip dalam siaran pers, Minggu malam.

Baca: BREAKING NEWS - H-1 Berlakunya Tarif Baru PNBP Kendaraan, Sejak Subuh Warga Antre di Samsat

Kecermatan dalam menentukan tarif dimaksudkan agar penyesuaian tersebut tidak terlalu memberikan beban yang terlampau besar bagi masyarakat.

Tak hanya untuk kendaraan, penekanan itu juga ditujukan terhadap semua kebijakan yang mengharuskan adanya penyesuaian tarif dan penerimaan bagi negara.

Jokowi pun menepis anggapan yang beredar bahwa terjadi kesimpangsiuran informasi yang masuk kepada Presiden terkait dengan kenaikan tarif tersebut.

"Apapun selalu saya sampaikan, kalkulasinya, perhitungannya itu harus semuanya dikalkulasi. Dan saya kira yang sekarang ini diramaikan ialah masalah biaya STNK."

Baca: Siapa Mengusulkan Kenaikan Biaya STNK-BPKB? Seperti Ini Alur Pengajuannya

"Tapi kan banyak yang tidak mengerti, belum juga bayar STNK, hanya mengomentari saja. Perlu saya tegaskan bahwa yang naik adalah biaya administrasi STNK dan BPKB," kata Presiden.

Jokowi memastikan kenaikan tarif pengurusan SIM dan BPKB semata bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Terlebih lagi biaya administrasi tersebut tidak pernah mengalami penyesuaian sejak 2010. Jokowi menjanjikan bahwa dirinya akan mengawal langsung perbaikan pelayanan dimaksud.

"Saya kira setiap kenaikan itu akan saya ikuti untuk memastikan bahwa pelayanannya juga lebih baik dan lebih cepat," ujar Jokowi. (Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved