Tak Bisa Bergerak, Bagaimana Stephen Hawking Bisa Memiliki Anak?

Sementara, aktivitas seksual berkurang dari 94 - 76 persen pada penderita ALS dan 100 - 79 persen pada pasangannya.

guim.co.uk
Stephen Hawking 

TRIBUNKALTIM.CO - Pertanyaan yang tak jarang diajukan di berbagai forum online tentang Stephen Hawking adalah bagaimana fisikawan terkemuka itu bisa punya anak sementara tubuhnya mengalami penyakit saraf motorik?

Anda yang melihat film "The Theory of Everything" mungkin mendapat petunjuk.

Intinya Amyothropic Lateral Sclerosis (ALS) tidak menyebabkan fungsi organ seksual tak bekerja.

ALS menyerang saraf motorik sehingga memengaruhi gerak tetapi tidak memengaruhi aliran darah ke penis yang menjadi sebab ereksi. Jadi, reproduksi tetap bisa dilakukan.

Namun, apa yang dialami Hawking dan penderita ALS lainnya jauh lebih kompleks dari yang dideskripsikan dalam film itu.

(Baca juga: BREAKING NEWS - Dori Sedih Tak Bisa Dampingi Ayahnya di Saat-saat Terakhir)

Menurut Reference.com, salah satu yang mendukung Hawking untuk memiliki anak adalah proses degenerasi saraf motorik akibat ALS yang berlangsung lambat.

Hawking didiagnosis ALS pada tahun 1963. Ia menikah pada tahun 1965 dan memiliki anak pertama pada 1967. Saat itu, bagian bawah tubuhnya masih bisa digerakkan.

Tahun-tahun berikutnya, fungsi gerak tubuh Hawking semakin menurun tetapi belum mengalami paralisis. Hawking masih bisa berhubungan seks hingga melahirkan anak ketiganya pada tahun 1979.

Saat ini, Hawking sudah lumpuh total. Ia hanya berkomunikasi dengan bantuan otot di pipinya. Jika Hawking langsung mengalami paralisis seperti sekarang, maka sulit baginya untuk bereproduksi.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved