Kemenag Evaluasi Penyelenggaran Ibadah Haji, Berikut yang Mesti Diperbaiki

Kekurangan yang terjadi diharapkan bisa dibenahi dan tidak boleh sampai terulang kembali.

Kemenag Evaluasi Penyelenggaran Ibadah Haji, Berikut yang Mesti Diperbaiki
Tribun Kaltim
Ibadah haji 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Kota Balikpapan mengevaluasi penyelenggaraan haji yang berlangsung pada tahun lalu.

Kekurangan yang terjadi diharapkan bisa dibenahi dan tidak boleh sampai terulang kembali.

Berikut evaluasi penyelenggaraan haji yang disampaikan Hakimin, Kepala Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Kota Balikpapan kepada Tribunkaltim.co di ruang kerjanya, Jalan Panjaitan, Senin (16/1/2017).

Pertama terkait dengan konsumsi jamaah haji yang dipersembahkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dianggap tidak memuaskan. Waktu itu ada laporan dari jamaah haji di Makkah hanya mendapatkan makanan satu kali dalam sehari.

"Ujung-ujungnya ada jamaah yang cari makanan sendiri di tempat lain. Ini beresiko, bisa hilang dalam rombongan atau tidak cocok makanannya. Ibadahnya juga tidak fokus," kata pria kelahiran Kota Balikpapan ini.

Ke depan, tegas dia, jamaah haji wajib diberi makan sehari sebanyak dua kali.

"Idealnya sehari makan tiga kali. Kita biasanya sehari saja tiga kali makan," ujar Hakimin.

Berikutnya, evaluasi pada sisi transportasi pemulangan jamaah haji dari tanah suci ke tanah air.

Jamaah mengalami keterlambatan tiba di tanah air. Pemulangan tidak sesuai jadwal penerbangan yang sudah ditentukan. Dia berharap hal ini tidak lagi terulang.

Halaman
12
Penulis: Budi Susilo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved