Duh, Massa Kelompok Ketiga sambangi Mapolres Terkait Rencana Kedatangan Wasekjen MUI

Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan pentingnya komunikasi antar elemen masyarakat dirasa penting menjaga peraturan dan keamanan kota.

Duh, Massa Kelompok Ketiga sambangi Mapolres Terkait Rencana Kedatangan Wasekjen MUI
Muhammad Fachri Ramadhani
Kelompok masyarakat adat dayak meluruk ke Polres Balikpapan menyampaikan permintaan terkait kedatangan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnaen ke Balikpapan, Jumat (20/1/2017). 
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -
Jumat (20/1/2017) kali ketiga Polres Balikpapan disambangi massa berbeda terkait rencana kedatangan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnaen.

Kali ini masyarakat adat yang meluruk. Kembali Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta memfasilitasi aspirasi mereka di ruang Rupatama Polres. Hadir pula Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Mas'ud.

Puluhan warga menyampaikan permintaan agar Kapolres mempertimbangkan keamanan. Dengan adanya kedatangan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnaen. "Kami pikir masih banyak list ulama lain yang bisa didatangkan," ujar salah satu warga adat.

Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan pentingnya komunikasi antar elemen masyarakat dirasa penting menjaga peraturan dan keamanan kota. "Dengan silaturahmi, kita membangun opini, membawa manfaat dan menghindari terjadi mudarat," kata Rahmad.

Rahmad meminta elemen masyarakat tidak terprovokasi dengan isu yang mengancam kegaduhan di Balikpapan.
"Jangan sampai warga terprovokasi sehingga masalah ini ke isu Sara. Tapi saya yakin masyarakat Balikpapan tidak bodoh. Dengan aktif kita berdialog bersama-sama," ujarnya.

Sementara Ketua Dewan Adat Dayak, Abriantinus menyatakan pada prinsipnya menolak berdirinya FPI dan GPNF MUI di Balikpapan. Terkait rencana kedatangan Tengku Zulkarnaen.

Dirinya menyayangkan sikap pihak pengundang, yang mendatangkan Wasekjen MUI tersebut di tengah situasi dan kondisi yang belim stabil di Kalimantan. Mengingat hampir terjadinya gesekan di Kalbar, perihal penolakan yang sama oleh warga adat.
"Kepada siapapun yang mengundang TZ (Tengku Zulkarnaen). Harus berhati-hati, kalau mereka mengundang dengan situasi seperti ini sama saja yang bersangkutan itu mencari permasalahan. Harusnya diundang aja yang lain," ujarnya.

Ditambahkannya, Kalbar saat ini masyarakat adat dayak masih siaga 1. "Tiba-tiba yang bersangkutan muncul di Balikpapan. Kami mencintai islam dan ulama, kami berteman baik dengan para alim ulama," terangnya.

Jika Wasekjen MUI tersebut tetap menginjakkan kaki di Balikpapan. Pihaknya berkomitmen tidak akan bertindak diluar batas. "Saya dari jaman Lagaligo sampai sekarang. Kami berusaha Balikpapan tetap damai. Kita tidak melakukan sweeping. Kita ingin semua damai. Tapi kalau terus dipancing saya gak akan lepas tangan. Sepanjang masih bisa kita redam, akan diredam," bebernya. (*)
 
 
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved